Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Rilis Pers Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Micro gig Indikasi kembali hadir awal Desember ini di Kedutaan Besar Bekasi. Memasuki volume keduanya, forum kolektif musisi independen di Kota Bekasi ini bakal mengetengahkan mini showcase dari grup musik instrumental rock ‘Primata’ yang sedianya bakal dihelat pada 3 Desember 2016 mulai pukul 4 sore di Jl Raya Jatikramat No. 2A, Jatiasih.

Adapun konser tunggal Primata di Indikasi vol. 2 ini juga bakal dimeriahkan oleh opening act dari The Corals, unit stoner rock asal Bekasi serta Mataharibisu, trio dream pop/ ambient/ electronica asal Tangerang Selatan. Dua band pembuka ini juga baru saja meluncurkan singlenya via iTunes, Spotify, Deezer dan kanal digital store lainnya.

Yang tak kalah menarik, sebanyak 7 orang seniman grafis, komik dan lukis dari Kedubes Bekasi juga berkolaborasi lewat pameran visual art di acara ini sebagai respon mereka dari mendengarkan lagu-lagu Primata. Para seniman tersebut antara lain Amalia Permahani, Aruga Perbawa R, Asyraful Umam, Marshall Libert, Muhammad Khalid, Ranindra MK dan Sanditio Bayu.

Muhammad Khalid selaku koordinator pameran menjelaskan bahwa ini adalah kali pertamanya para seniman di Kedubes Bekasi berkolaborasi dengan musisi dalam bentuk pameran visual art. “Sebelumnya kegiatan kami lebih banyak berinteraksi dengan sesama seniman visual saja. Di Indikasi volume 2 inilah pertama kalinya kami bekerjasama dengan musisi independen dan kami sangat antusias.”

Single Kedua dan Cover Song ERK

Primata sendiri baru saja mengeluarkan single ‘Khaga’ pada 17 November kemarin sebagai single kedua dari debut album mereka bertajuk Avani. Single ‘Khaga’ dirilis dalam format mini CD termasuk B-Side 'Melankolia' instrumental cover song karya berjudul sama milik Efek Rumah Kaca. Mengenai cover song tersebut, Andrew Mahardika selaku manager band mengatakan bahwa ini adalah lagu yang disiapkan Primata untuk mengikuti kegiatan Tribute to Efek Rumah Kaca yang digelar Ripstore.Asia, namun terlambat karena sudah melewati deadline pengiriman karya.

Sekitar bulan Oktober kemarin, secara kebetulan di satu acara musik di Kedubes Bekasi kami bertemu dengan tim Ripstore.Asia. Ide mengadakan mini showcase ini pun muncul dari pihak Ripstore.Asia dan kami respon dengan positif,” ungkap Andrew.

Kini dua track ‘Khaga’ dan ‘Melankolia’ ini juga tersedia di situs Ripstore.Asia dengan format bebas unduh lewat lisensi creative commons sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi kesenian bersama Kedutaan Besar Bekasi lewat hajat Indikasi Volume 2 ini.

Tentang Indikasi

Indikasi merupakan forum kolektif dalam format gig yang dirintis untuk menjahit berbagai jejaring pegiat musik di Bekasi yang selama ini terserak. Konsep ini digagas dengan semangat guyub dan etos berbagi: bahwa Bekasi menyimpan banyak potensi di bidang musik.

Diinisiasi oleh Kedubes Bekasi dan Ripstore.Asia, hajat Indikasi pertama kali dihelat bertepatan dengan perayaan #CassetteStoreDay 8 Oktober lalu dengan menampilkan 7 band penampil, 3 lapak kaset dan 3 narasumber yang mengisi sesi diskusi musik seputar musik digital dan rilisan fisik.

Sebagai edisi sempalan, Indikasi juga menggelar volume 1.2 yang mengetengahkan workshop recording, mixing/ mastering bersama Reza Hilmawan dan music performance dari Remedmatika. Pada volume 1.3, Indikasi mengadakan pemutaran film Pamurba Yatmaka Cakra Bhirawa dan diskusi dengan sutradaranya, yakni Kamerad Edmond (The Anarcho Brothers), didampingi dengan Andibachtiar Yusuf (Produser film, sutradara).

Fithor Faris, selaku pendiri Kedubes Bekasi mengatakan bahwa ke depannya Indikasi bakal diadakan secara berkala. “Sebagai catatan, di Indikasi ini kami juga membuka peluang kerjasama dengan teman-teman musisi atau stakeholder lain di luar kota Bekasi untuk bekerjasama mengembangkan iklim musik independen dalam negeri yang saling mendukung satu sama lain.”


***

Ripstore.Asia x Kedutaan Besar Bekasi Presents
Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Opening Act:
Mataharibisu
The Corals

Visual Art Exhibition:
Amalia Permahani
Ranindra MK
Muhammad Khalid
Aruga Perbawa Rizqi
Sanditio Bayu
Marshall Libert
Asyraful Umam

3 Desember 2016
at Kedutaan Besar Bekasi, Jl Raya Jatikramat No. 2A, Jatiasih

Mulai pukul 4 sore s/d selesai

Gratis untuk umum

Supported by:
Blantika Musik
Dapur Letter
Enjoy Bekasi
Holytunes
Kanal Tigapuluh
Rekanada
Ruang Hijau Media
The Display
Warning Magazine
MRH Room Recording





Passion Keeping In Band Album Release





PRESS RELEASE

Passion Keeping In adalah band Pertama dari Padang dirilis oleh Arakatee Acehnese Records. MemainkanGrindcore akselerasi tinggi, Passion Keeping In yang dibentuk pada tahun 2014 dan dengan personilnya yang masih muda PASSION KEEPING IN bisa dibilang energi segar dalam scene di Padang.
Mini album War CRIMINAL adalah rilisan pertama dari PASSION KEEPING IN yang berisi 9 lagu beraroma ganas powerviolence dan Grindcore, plus lagu lagu cover Magrudergrind “The Protocol Of Anti Sound” dan “Assimilated Pollutants” dan juga akan menjadi rilisan khusus pada Aceh Cassette Store Day. Sebagai sebuah rilisan perdana War Criminal adalah suguhan pembuka yang menunjukkan band ini memiliki potensi daya ledak yang berbahaya.
Selain musiknya yang intens, performa panggung PASSION KEEPING IN yang brutal adalah satu catatan khusus. Terasah dari jam terbang mereka yang kerap mengisi line-up gig lokal di Padang dan pengalaman berbagi panggung dengan touring band yang singgah ke Padang. Plus, personil dari BOGEMAN tercatat juga terlibat di band lain, yaitu di TAHANAN NERAKACAPITAL MURDER, dan PROXIMAGLOTIS.


BOGEMAN
Luthfi - Vocals
Dede - Guitars
Bob - Bass
Maman - Drum



Artist: PASSION KEEPING IN
Album Title: War Criminal EP
Format: Cassette tapes C-18
Catalogue: ARAKATEE ACEHNESE RECORDS-004/2016
Country: Indonesia
Release date: 22 Oktober 2016
Genre: Grindcore, Powerviolence

Tracklist:
1.  The protocol of anti sound (cover magrudergrind)
2.  Rusak mental
3.  Grindpa Grindma
4.  Suhapan
5.  Leader bastard
6.  War Crim
7.  Golddigger
8.   Manusia liar
9.   Assimilated polutant (cover magrudergrind)


All music by Passion Keeping In
Lyrics by Luthfi Ilhami & Dede
Recorded at 3:AM Studio
Mixed and Mastered by Cimay 3:AM
Cover art by Luthfi Ilhami
Group Photo by Teguh Prasetyo
Design and layout by Hilman Eka Putra




Catatan

-       Harga jual kaset Rp. 35.000
-       Untuk wholesale dengan harga Rp. 25.000 per kopi kaset dengan minimum 5 kopi kaset bisa menghubungi arakateexacehnese@gmail.com


Arakatee Acehnese Records
Label & Distribution
Jln. Sultan Malikussaleh - Lhong Raya
Banda Raya - Banda Aceh     
Whatsapp 082370569703


rilis pers dari rilisan yang dilepas oleh Disaster Records dan Rimauman Music, yaitu reissue dari album ‘Suar Marabahaya’ dari ((AUMAN))

Displaying Suar Marabahaya - Black Sleeve.jpg
Displaying Suar Marabahaya - Puple Sleeve.jpg


PRESS RELEASE

Setahun lebih sudah lewat sejak band heavy rock asal Palembang, ((AUMAN)), memutuskan untuk membubarkan diri – sejak dibentuk pada tahun 2010 - dan empat tahun terlewati sejak mereka merilis album ‘Suar Marabahaya’. ((AUMAN)) dan album tersebut adalah salah satu faktor penentu yang kemudian membuat para antusias musik nasional menoleh ke kancah musik lokal di Sumatera Selatan, khususnya Palembang karena berhasil menuai beberapa penghormatan bergengsi seperti dari majalah Tempo, Indonesia Cutting Edge Music Awards dan majalah Rolling Stone Indonesia.

Cukup lama album ‘Suar Marabahaya’ yang pada tahun 2013 awalnya dirilis dalam format CD tak dicetak ulang, hingga menjadi salah satu album rekaman yang dijual dengan harga mahal oleh para spekulan rilisan. Hingga kemudian Rimauman Music sebagai pemegang hak terbit dari album tersebut mendapat opsi ajakan kerjasama dari Disaster Records untuk merilis ulang album tersebut dalam format piringan hitam atau vinyl. Disaster Records sendiri merupakan sebuah label rekaman divisi dari Maternal Disaster, yang pada tahun 2013 sempat merilis ‘Suar Marabahaya’ dalam format kaset pita. Sebuah pilihan kerjasama yang logis karena Maternal Disaster dan Disaster Records yang dinaunginya adalah bagian integral dari ((AUMAN)) sebagai salah satu unit usaha kreatif yang sejak awal memberikan dukungannya untuk band tersebut.

Reissue ‘Suar Marabahaya’ dalam format 12’ vinyl memiliki relevansinya sebagai bentuk usaha pendokumentasian album tersebut dalam format audio analog yang terbaik. Selain mengisi kekosongan stok CD-nya, juga memperkaya khasanah rilisan lokal dalam format vinyl yang bisa menjadi opsi untuk koleksi dari para kolektor dan antusias musik Nusantara. Diproduksi di sebuah vinyl pressing plant di London, Inggris, reissue album ‘Suar Marabahaya’ dicetak sebanyak 300 keping dan tersedia dalam dua pilihan warna yaitu black vinyl dan purple splatter vinyl. Yang mana beberapa bagian dari hasil penjualannya akan didonasikan untuk organisasi konservasi lingkungan hidup dan sekolah untuk suku pedalaman.  

Stream/Download “Sangkakala Apokalips” dari album ‘Suar Marabahaya’

Video promosional ‘Suar Marabahaya’ vinyl


============================================

Artist: ((AUMAN))
Album Title: Suar Marabahaya
Format: 12’ vinyl
Weight: 140 gram
Cutting Speed: 33 RPM
Label: Disaster Records/Rimauman Music
Country: Indonesia
Release date: 25 September 2016
Genre: Heavy Rock

Side A | Total Time: 14:18
1. Year Of The Tiger
2. Unholy Terror
3. W.K.G.G
4. Viva Rimau ! Rimau !
5. City Of Ghost

Side B | Total Time: 15:36
1. Suar Marabahaya
2. Subsonic Teenage Dream Machine
3. Broken Hard Rock
4. (We Are) The Sons Of The Sun
5. Sangkakala Apokalips


============================================
Catatan

-     Harga jual Black Vinyl (Rp. 340.000), Purple Splatter Vinyl (Rp. 350.000)
-     Untuk pemesanan silakan tengok disasterposse.com

ORTHUS

 

PRESS RILIS ORTHUS PROMO 2016

Orthus, resmi mengeluarkan 2 track berjudul “Eksekusi” dan “Sesal” (Feat Okuy Bloody Underwear) dalam CD Promo 2016. Band yang berdiri pada April 2016 ini awalnya dibentuk oleh Ega (Guitar) dan Roni (Drum). Mereka berdua mengumpulkan materi dengan genre grindcore dengan hentakan perpaduan grinding, punk hardcore dan grovee di dalamnya. Setelah materi terkumpul, masuklah Sugih yang mengisi kekosongan posisi bass dan Dika yang mengisi posisi vocal. Masuknya Sugih dan Dika menambah warna baru di diri Orthus dengan karakter yang dibawa oleh masing-masing personil. Penamaan Orthus mencerminkan adanya dua sisi yang berbeda dari masing-masing dua personil. Orthus sendiri merupakan nama monster di mitologi yunani dengan karakter anjing dengan dua kepala yang siap menerkam.

Dua lagu yang ada pada Promo 2016 merupakan bagian dari E.P yang akan rilis bertajuk “Abortus Tormen”. Materi dengan pesan kampanye anti aborsi, seluruh lirik merupan gambaran curahan hati dari seorang jabang bayi yang terbunuh sebelum terlahir. Terinspirasi dari tingginya tingkat aborsi di Indonesia yang mencapai 2,4juta/tahun.  Track berjudul Eksekusi menjadi gambaran kejamnya bangsa Indonesia dibalik ramah tamahnya yang terkenal oleh dunia. Track kedua berjudul “Sesal” diracik dengan apik dan disempurnakan oleh Okuy Bloody Underwear  sehingga jeritan penyesalan dari lirik yang tertuang dapat tersampaikan dengan baik.

2 track pada Promo 2016 ini dapat diunduh secara gratis di media sosial Orthus. Semoga musik yang disajikan dapat menambah warna baru pada pergerakan musik Indie Nusantara.

Contact Person:

Ega : 0857-2021-4666

Email: orthusgrind@gmail.com

 

Media:

www.reverbnation.com/orthusgrind

www.soundcloud.com/orthusgrind

www.facebook.com/orthusgrind

www.twitter.com/orthusgrind

www.instagram.com/orthusgrind

PRESS RELEASE DEBUT ALBUM HOLD “ALL OF THIS PAIN” 2016








PRESS RELEASE DEBUT ALBUM HOLD “ALL OF THIS PAIN”

Setelah melewati waktu lima tahun berkarya dan proses penggarapan album mulai dari pengumpulan materi, recording, mixing dan mastering  selama kurang lebih satu tahun. Pada tanggal 12 Juli 2016 Hold resmi merilis debut album yang diberi judul “ALL OF THIS PAIN” dalam format cakram padat. Di bawah naungan Death Breath Records yang merupakan official label dari Hold sendiri.
Album ini berisi 9 lagu dengan tema lirik yang bercerita tentang kehidupan sosial, pertemanan, keluarga, scene, serta semangat seseorang dalam mengejar impian dan cita - cita serta rintangan yang dihadapinya. Pada album ini terdapat satu lagu hasil kolaborasi Hold dengan teman – teman dari Bastard berjudul “Can’t Stop, Still Here”. Di mana lagu tersebut memadukan konsep musik yang cepat serta vokal rap yang catchy dan berani dari Bastard.




Track List
ALL OF THIS PAIN (2016)
TEES DEPAN.jpg
1.     Intro
2.     Far Away From Home
3.     The Other Ways
4.     I’ve Got Nothing To Hide
5.     Can’t Stop, Still Here Ft. Bastard
6.     For The Best Friends
7.     Burn Your Passion
8.     Tears And Hopes
9.     The Fate
All Music Composed & Produced By Hold
All Lyrics Written By Hold Except “I’ve Got Nothing To Hide” Written By Donawan Of CRNKA
Recorded At Antares Recordings
Engineered By Rio
Mixed & Mastered By Rio
Gang Vocals Are Bima, Ucup, Rama, Bryan, Nanda, Tino, Ankel, And Bagas
HOLD :
·        Dede Yoga – Vocals
·        Hamim Fithrony – Guitar
·        Fritz Yohannes – Bass
·        Isnanda Rizka – Guitar
·        Rama Nanda – Drum

SOCIAL MEDIA LINK :
·        Facebook Page               : https://www.facebook.com/holdsbhc
·        Twitter                          : https://twitter.com/hold_hardcore
·        Instagram                      : https://www.instagram.com/holdhardcore
·        Youtube                        : https://www.youtube.com/holdofficial
·        Soundcloud                            : https://soundcloud.com/hold-sbhc

MORE INFO / MANAGEMENT CONTACT :
Chandra Bean
Mobile Phone        : +6281249746216
Email                    : holdsbhc@gmail.com / chandrasans@gmail.com
Line                      : beanhistory
BB Messenger     : 52B6A138