Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

Press Conference JAKARTA ROCKULTURE 2017, Selasa 21 Mar 2017

...saatnya bersenang2 dalam musik metal dan rock dari musik, memorabilia band, show case, komunitas2 band, jual beli merchandise band, nostalgia era 80-90an dimana demam musik metal dan rock melanda Jakarta dan Beberapa kota besar di Indonesia..
..Jadi ambil bagian dari event ini dan berharap kesenangan di masa 80-90an itu bisa dirasakan kembali... yeaaaaaaaaaaaaaaaah... The Headbanger Year's ....















20 April 2017, Rilis Album band bernama Mooner bertajuk Tabiat




Kepada Rekan-rekan Media yang Terhormat,

Kami dari Bhang Records, ingin mengumumkan bahwa pada tanggal 20 April 2017 akan merilis album dari band bernama Mooner yang bertajuk Tabiat.

Mooner - Tabiat adalah sebuah hasil kolaborasi yang terlahir secara alami. Bermula dari jamming iseng antara Absar (The Slave), Tama (Sigmun) dan Rekti (The Sigit) yang  berkegiatan dalam lingkungan musik dan skateboard yang sama. Proses pembuatan album memakan waktu selama 1 tahun, memanfaatkan waktu luang di Red Studio Bandung, dikerjakan dengan suasana santai.  Hasilnya adalah 12 lagu bernuansa heavy rock yang sangat mereka gemari, seperti band-band rilisan Vertigo dan Akarma Records,, hingga AKA dan juga Panbers.
Kendati demikian, Mooner - Tabiat jauh dari kesan mereplikasi influence mereka. Absar membuat sebagian besar musik dalam album ini menggunakan gitar. Masih kental dengan warna stoner rock yang menjadi ciri khas nya saat masih tergabung dalam The Slave. Namun kali ini pemilihan nada dalam riff ciptaannya sarat dengan nuansa ‘ketimuran’ yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.
Tama bermain sangat lepas menghantam drum tanpa beban, yang menjadi salah satu unsur pembawa suasana dalam setiap lagu yang terdapat di dalam album ini. Irama lagu dibawa cepat dan pelan sesuai dengan interpretasi dirinya terhadap riff-riff gitar buatan Absar.
Walaupun memilih tidak bernyanyi dan sembunyi di balik suara distorsi gitar menggunakan bass, Rekti masih mencoba memberikan kontribusi yang berarti melalui lirik, pertama kali nya dalam bahasa Indonesia. Ia juga bertanggung jawab dalam proses mixing dengan bantuan Avedis Mutter (Rebuilt 40124 Studio).

Salah satu hal yang menonjol dalam album Tabiat adalah balutan suara Marshella Safira (Sarasvati). Seolah menjadi benang merah bagi keragaman gubahan musik yang ada, lagu yang berirama cepat seperti pada “Seruh” terdengar begitu merdu sekaligus menghentak. Sedangkan dalam lagu yang pelan dan kelam seperti “Ingkar”, suara Marshella dapat mengimbangi heavinessdari musik latar tanpa harus kehilangan keindahan suara nya yang lembut.

Tabiat menarik untuk disimak karena masing-masing personil menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka pernah lakukan dalam habitat nya (band asli mereka).

Rilisan ini akan tersedia dalam format CD dan Digital (iTunes, Spotify, Google Play, etc). Format kaset dibuat dalam jumlah yang terbatas dan hanya bisa didapatkan melalui bundling package (berisi CD, Kaos dan Kaset).

Salam Hangat,
Bhang Records

PRESS RELEASE NEW OFFICIAL VIDEO HOLD “THE FATE”



PRESS RELEASE NEW OFFICIAL VIDEO HOLD “THE FATE”

Tanggal 12 Maret 2017 Hold resmi merilis official video lagu “The Fate” yang diambil dari debut album perdana mereka yang berjudul “All Of This Pain”. Konsep video sendiri berupa footage, live show, cuplikan lirik dan beberapa potongan perjalanan video tour beberapa bulan yang lalu di tahun 2016.
Bersama dengan di rilisnya video ini kami juga mengumumkan bahwa di tahun ini kami sedang menulis materi baru untuk album kedua kami dan sedang mencari sosok pengganti untuk mengisi kekosongan posisi frontman di dalam band ini.
Official video “The Fate” bisa di lihat secara langsung di channel youtube kami :

https://www.youtube.com/watch?v=XSuQH07rXXg

PRESS RELEASE DISCOSHIT




PRESS RELEASE

DISCOSHIT sebagai band merupakan perpaduan antara semangat dan sikap hardcore punk, keganasan maksimum thrash metal dan mentalitas yang lahir dari jalanan. Dibentuk pada tahun 2003, mereka memulai pencarian arah baik sebagai band maupun secara musikal. Saru yang paling signifikan adalah DISCOSHIT telah mengalami proses lima kali pergantian line-up personilnya. Diawali dengan sebuah demo yang dirilis pada tahun 2005 bergulir hingga album debutnya Teror Sriwijaya, Mental Serigala yang dirilis pada tahun 2012 lalu.

DISCOSHIT bisa dibilang salah satu band yang bertahan cukup lama di Palembang, dan langkah mereka belum terhenti dan di awal tahun 2017 ini mereka merilis album keduanya yang berjudul Aniaya walau dalam rentang yang cukup panjang sekitar 5 tahun jaraknya dari album pertama mereka. Sebuah proses yang harus mereka jalani karena pergantian personil dan dinamika kehidupan masing-masing personilnya. Karena dinamika itu pula albumAniaya pun proses pengerjaannya memakan waktu yang hampir setahun. Namun penantian tersebut sangat layak dengan arah musikal baru yang mereka kejar. Album keduanya itu berisi 10 lagu yang melebur dengan ganas pengaruh dari band teutonic thrash metal seperti Minotaur, Sodom dan Kreator dengan hardcore punk yang dipengaruhi band seperti Discharge dan Broken Bones.

Dengan ilustrasi dan tata letak album yang dikerjakan oleh Morrg (Rajasinga) dan foto grup yang mantap oleh Jimmy Budiman, album yang produksinya dikerjakan oleh dynamic duo, Farid Amriansyah dan Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) – duo yang mengerjakan antara lain album Gerram, ((AUMAN)), Trendy Reject- itu dirilis oleh Rimauman Music dan Raw Records dalam format CD. Sebuah album yang tanpa banyak basa-basi dan daripada tenggelam dalam eksplanasi adalah lebih baik dinikmati dengan setelan volume tertinggi.
Tabik!

Stream/download lagu “Tikam” dari album Aniaya


DISCOSHIT adalah
Yudi Setiawan – Gitar/Vokal
Romay Noor – Gitar
Amir Hamzah – Bass
Reza Fajrin – Drums

Contact:
Facebook: DISCOSHIT

Diskografi

Demo "DEMOPROMOSHIT" CD-R (2005)
"TAKE CONTROL" CD-R (Blackhawk Prod, 2007)
Split w/ DISLAYNOM (Prancis) CD-R (La topographie des erreurs, 2009)
Kompilasi "STAY TOGETHER VOL. 4" (Colonist Recs, 2009)
Kompilasi "YANG PENTING BERISIK" (Noiseblast Media, 2011)
Kompilasi "KONSPIRASI THRASH" (Metalblaster Recs, 2012)
Debut album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Eattheshit music, 2012)
Kaset tape album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Anarkopop Recs, 2015)
Sampler "NEKROPOLIS APOKALIPS" (2013)
Single "Tikam" (2016)
Album kedua "ANIAYA" ( Rimauman Music, Raw Records, 2017)


========================================

Artist: DISCOSHIT
Album Title: Aniaya
Format: Compact Disc
Label: Rimauman Music & Raw Records
Catalogue: RIMAUMAN-015/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Maret 2017
Genre: Thrash metal

Tracklist:
1. Balada Bulan dan Matahari
2. Aniaya
3. Tikam
4. Jabalan Distorsi
5. Humanisme Adalah Kanibalisme
6. Problematika Jalanan
7. Sriwijaya Thrash Militia!
8. Balada Bujang Pemberang
9. Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing
10. Nekropolis Apokalips

Lirik oleh Yudi Setiawan
Musik oleh Discoshit kecuali “Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing” oleh Discharge
Vokal tamu di “Problematika Jalanan” oleh Arif Wibowo
Suara tawa di “Balada Bujang Pemberang” oleh Farid Amriansyah”
Vokal latar semua lagu oleh Farid Amriansyah kecuali “Nekropolis Apokalips” oleh Arif Wibowo dan Romay Noor
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam di Blacksheep Studio oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works)
Ilustrasi, logo, tata letak album oleh Morrg
Foto grup oleh Jimmy Budiman dan Hendri Febriani

SKALIE Band Press Release



PRESS RELEASE
Artist      : Skalie.
Album    : Abadalabid.
Rilis       : Februari 2017.
Label      : Paviliun Records dan Revival Records.


Skalie, band ska fenomenal dari timur Jakarta yang berdiri sejak tahun 1996 dan besar di komunitas underground era Harley Davidson dan Poster Café setelah melewati perjalanan dan proses yang cukup panjang dan berliku akhirnya akan merilis album kedua di awal tahun 2017.

Album kedua ini memakan rentang waktu 10 tahun setelah debut album perdana mereka “Skalie For Sale” ( Revival Records ) di tahun 2007 yang cukup sukses di lingkup komunitas ska independent Jakarta, cukup banyak kendala dan problema yang dihadapi dalam proses pengerjaan album ini berawal dari kepergian drummer skalie yang meninggalnya dikarenakan sakit, keyboardis dan gitaris yang harus pindah keluar kota dikarenakan pekerjaan yang namun pada akhirnya mereka kembali ke Jakarta dan kembali aktif bersama skalie, pergantian personil pada bass dan drum serta penambahan fomasi personil untuk mengisi trombone. Recording album ini sendiri memakan waktu 2 tahun.

Album yang diberi tajuk “Abadalabid” atau berarti “abadi” menurut bahasa Indonesia baku berisikan 12 lagu ska yang sangat variatif, memadukan musik ska dengan element music lain seperti bossas, rock, 80s pop dan new wave menjadi sebuah album transisi dari musikalitas skalie yang semakin mengalami pendewasaan eksplorasi sound dan progresi lagu yang berbeda dari album pertama namun tetap tidak keluar dari karakter dan benang merah music skalie. Secara konsep skalie mencoba keluar dari pakem traditional yang ada pada music ska dan pada kebanyakan band ska lainya dengan karakteristik vocal yang menjadi signature tersendiri dan lyric yang banyak menggunakan kata-kata yang diambil dari kamus bahasa Indonesia baku serta dikemas dengan lugas dan jenaka.

Perilisan album terbaru ini juga akan dibarengi dengan rilis film documenter “Drugs, Violence and Revival – 20 Years of Skalie” sebuah film documenter berdurasi hampir 1 jam yang menceritakan tentang perjalanan band skalie pada era awal yang dekat dengan drugs dan perkelahian hampir di setiap acara di era ini mereka mempunyai slogan “Skalie, Sex, Drugs and Rocksteady” sampai perjuangan skalie untuk kembali berkarya dengan image yang jauh lebih positif dengan meninggalkan drugs, alcohol beserta kroni-kroninya. Film dokumenter ini di garap oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


Single pertama dari album kedua ini berjudul “Alkohol”, lagu yang bercerita tentang seseorang yang memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol sebuah lagu yang di buat dan dedikasikan untuk skalie sendiri. Single Video klip Alkohol dirilis  pada tanggal 22 Januari 2017 di chanel Youtube Sinema Pinggiran. Video Klip Alkohol ini juga di produksi oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


For more information :
Tubagus Boris Herlambang
Mobile : ( 0898 904 9503 )




AKSATA Press Release

AKSATA
Aksata, dalam bahasa Sansekerta memiliki makna berputar dan tidak terputus. Sebuah kata yang dimaknai sebagai energi kreatif yang terus mengalir dan dijadikan nama oleh bandindie rock/post-rock, AKSATAyang terbentuk di kota Palembang pada pertengahan 2015 lalu.Dengan personil Alif (gitar/vokal), Enggar (gitar), Agung (keyboard/synthesizer), Ella (bass) dan Eras (drums). Pengalaman musikal personilnya perlu dicatat juga terlibat di band seperti Elfroux16, Vent, The Night Safari, Laurel and Gooseberries, Chamber of Sriwijaya dan juga Lucille di Palembang, hingga cukup terasah matang.
Sempat membuka band nasional seperti Barasuara dan Mocca di Palembang, dan aktif menorehkan eksistensinya di kancah musik lokal Palembang, pada bulan Januari 2017 ini,sebagai pembuka tahun baru AKSATA melepas tiga karya musikalnya dalam format audio visualLangkah yang diambil sebagai awalan untuk rencana utamanya yaitu merilis albumnya. Sebuah proses yang tidak mudah karena masing-masing personil harus menyesuaikan referensi masing-masing untuk merangkum benang merah musik dari AKSATA.
Ketiga lagu yang dilepas dalam bentuk live session video itu dibuka dengan “Strain” dengan melodi repetitif pada bagian awal yang merefleksikan kehidupan yang terkadang monoton. Dengan ritme yang perlahan membangun nuansa dalam spektrum kebahagiaan dan kegusaran yang mewarnai kehidupan, bahkan penyesalan. Selanjutnya adalah Lullaby” yangaransemennya dirangkai sesuai dengan judulnya yang bertujuan untuk menjadi lagu pengantar tidur hingga mata terpejam. Dan, terakhir Bitch in Uniform yang merupakan satu-satunya laguyang menggunakan vokal dan lirik dalam komposisinya. Lagu yang personal itu meluapkan buncah gelisah asmara yang terabai dan terkhianati.
Sesuai dengan niatnya, semoga 3 live session video yang dipublikasikan tersebut bisa menjadi awalan pembuka yang baik sebagai perkenalan untuk membuka apresiasi terhadapAKSATA dan membuka langkah lanjutan untuk album debut yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Bitch In Uniform” https://youtu.be/s7UpnPA1XUY

Simak tiga live session video dari AKSATA di:

AKSATA contact:
instagram: aksata.official
youtubu: aksata.official

Rimauman Music

Videos: https://www.youtube.com/watch?v=LyF2pUiepI0&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=zP3Re0nyY8w&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=s7UpnPA1XUY&authuser=0 


Denied: A New Breed of GRINDCORE band's






Denied is a Grindcore Band side project originally formed in middle 2016 by Bondie Destiant on Drum/Vocal (ex Panic Disorder, Onset Serious Problems, Peligro, For Infidel) and Yudhistira Sidharta on Guitar/Vocal (ex The The Myth, Disgrace, Maggot, For Infidel). The Band was later joined by Bassist Donnirimata (Tengkorak, ex Suffering) and Didik Wibowo Senoaji on Vocals (Peligro, Cosmic Vortex). Denied have played very few live shows cause of preparing recording for a full length album in early of 2017 that's more be important. Denied influenced so many grind/crust band like Terrorizer, Napalm Death, Brutal Truth, Disrupt, Discharge, Lock Up and anykind whole of Grindcore Music. DENIED line up : Didik Wibowo Senoaji - Vocals Yudhistira Sidharta - Guitars Donnirimata - Bass Bondie Destiant - Drums

Band Contact
Bondie D : +6281317506322 Facebook : Denied Grindcore
Donni : +628161187312 email : denied.grindcore@gmail.com



Thursdayriot Akan Merilis Album Berjudul “WARCRY”




Thursdayriot Akan Merilis Album Berjudul “WARCRY”
Mereka menjanjikan konsep musik yang sederhana namun tetap kental distorsi.
Sempat vakum selama 2 tahun, Thursdayriot akhirnya akan merilis album perdananya di awal tahun 2017 ini. Album berjudul “WARCRY” ini banyak menceritakan tentang keresahan dan kritik terhadap sosial. Kata war itu sendiri bukan lah perang dalam artian gencatan senjata, melainkan lebih ke peperangan pikiran di mana di dalamnya terdapat penggiringan opini menuju satu arah yang menyebabkan terjadinya pembantaian pikiran secara masal.
Dalam album ini, Thursdayriot akan menyuguhkan aransemen musik yang sederhana namun dewasa. Mereka percaya bahwa yang terpenting dari musik adalah aransemen yang pas, tidak kurang tapi juga tidak berlebihan. Album ini diharapkan dapat menjadi gebrakan di kancah musik tanah air dan dunia.
Band metal asal Bandung ini terbentuk 9 tahun yang lalu dan sudah mengalami beberapa kali perombakan personil. Formasi terbaru Thursdayriot kini diisi oleh Iki (vocalist), Albert (guitarist), Iman (guitarist), Yoga (bassist), dan Iqbal (drummer).



NORTHLANE MEMERIAHKAN HAMMERSONIC 2017



NORTHLANE ADALAH BAND AUSTRALIA METALCORE DARI SYDNEY, YANG DIBENTUK PADA TAHUN 2009. BAND INI TERDIRI DARI GITARIS JON DEILEY DAN JOSH SMITH, BASSIS ALEX MILOVIC,
DRUMMER NIC PETTERSEN DAN VOKALIS MARCUS BRIDGE YANG MENGGANTIKAN PENDIRI VOKALIS ADRIAN FITIPALDES PADA AKHIR 2014.
NORTHLANE TELAH MERILIS TIGA STUDIO ALBUM: PENEMUAN (11 NOVEMBER 2011);
SINGULARITY (22 MARET 2013), YANG MENCAPAI NO 3 DI ALBUM ARIA BAGAN; DAN NODE (24 JULI 2015),
NOMOR SATU ALBUM. PADA ARIA MUSIC AWARDS 2015 KELOMPOK MEMENANGKAN KATEGORI BEST HARD ROCK ATAU HEAVY METAL ALBUM.

Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Rilis Pers Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Micro gig Indikasi kembali hadir awal Desember ini di Kedutaan Besar Bekasi. Memasuki volume keduanya, forum kolektif musisi independen di Kota Bekasi ini bakal mengetengahkan mini showcase dari grup musik instrumental rock ‘Primata’ yang sedianya bakal dihelat pada 3 Desember 2016 mulai pukul 4 sore di Jl Raya Jatikramat No. 2A, Jatiasih.

Adapun konser tunggal Primata di Indikasi vol. 2 ini juga bakal dimeriahkan oleh opening act dari The Corals, unit stoner rock asal Bekasi serta Mataharibisu, trio dream pop/ ambient/ electronica asal Tangerang Selatan. Dua band pembuka ini juga baru saja meluncurkan singlenya via iTunes, Spotify, Deezer dan kanal digital store lainnya.

Yang tak kalah menarik, sebanyak 7 orang seniman grafis, komik dan lukis dari Kedubes Bekasi juga berkolaborasi lewat pameran visual art di acara ini sebagai respon mereka dari mendengarkan lagu-lagu Primata. Para seniman tersebut antara lain Amalia Permahani, Aruga Perbawa R, Asyraful Umam, Marshall Libert, Muhammad Khalid, Ranindra MK dan Sanditio Bayu.

Muhammad Khalid selaku koordinator pameran menjelaskan bahwa ini adalah kali pertamanya para seniman di Kedubes Bekasi berkolaborasi dengan musisi dalam bentuk pameran visual art. “Sebelumnya kegiatan kami lebih banyak berinteraksi dengan sesama seniman visual saja. Di Indikasi volume 2 inilah pertama kalinya kami bekerjasama dengan musisi independen dan kami sangat antusias.”

Single Kedua dan Cover Song ERK

Primata sendiri baru saja mengeluarkan single ‘Khaga’ pada 17 November kemarin sebagai single kedua dari debut album mereka bertajuk Avani. Single ‘Khaga’ dirilis dalam format mini CD termasuk B-Side 'Melankolia' instrumental cover song karya berjudul sama milik Efek Rumah Kaca. Mengenai cover song tersebut, Andrew Mahardika selaku manager band mengatakan bahwa ini adalah lagu yang disiapkan Primata untuk mengikuti kegiatan Tribute to Efek Rumah Kaca yang digelar Ripstore.Asia, namun terlambat karena sudah melewati deadline pengiriman karya.

Sekitar bulan Oktober kemarin, secara kebetulan di satu acara musik di Kedubes Bekasi kami bertemu dengan tim Ripstore.Asia. Ide mengadakan mini showcase ini pun muncul dari pihak Ripstore.Asia dan kami respon dengan positif,” ungkap Andrew.

Kini dua track ‘Khaga’ dan ‘Melankolia’ ini juga tersedia di situs Ripstore.Asia dengan format bebas unduh lewat lisensi creative commons sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi kesenian bersama Kedutaan Besar Bekasi lewat hajat Indikasi Volume 2 ini.

Tentang Indikasi

Indikasi merupakan forum kolektif dalam format gig yang dirintis untuk menjahit berbagai jejaring pegiat musik di Bekasi yang selama ini terserak. Konsep ini digagas dengan semangat guyub dan etos berbagi: bahwa Bekasi menyimpan banyak potensi di bidang musik.

Diinisiasi oleh Kedubes Bekasi dan Ripstore.Asia, hajat Indikasi pertama kali dihelat bertepatan dengan perayaan #CassetteStoreDay 8 Oktober lalu dengan menampilkan 7 band penampil, 3 lapak kaset dan 3 narasumber yang mengisi sesi diskusi musik seputar musik digital dan rilisan fisik.

Sebagai edisi sempalan, Indikasi juga menggelar volume 1.2 yang mengetengahkan workshop recording, mixing/ mastering bersama Reza Hilmawan dan music performance dari Remedmatika. Pada volume 1.3, Indikasi mengadakan pemutaran film Pamurba Yatmaka Cakra Bhirawa dan diskusi dengan sutradaranya, yakni Kamerad Edmond (The Anarcho Brothers), didampingi dengan Andibachtiar Yusuf (Produser film, sutradara).

Fithor Faris, selaku pendiri Kedubes Bekasi mengatakan bahwa ke depannya Indikasi bakal diadakan secara berkala. “Sebagai catatan, di Indikasi ini kami juga membuka peluang kerjasama dengan teman-teman musisi atau stakeholder lain di luar kota Bekasi untuk bekerjasama mengembangkan iklim musik independen dalam negeri yang saling mendukung satu sama lain.”


***

Ripstore.Asia x Kedutaan Besar Bekasi Presents
Indikasi Vol. 2: Mini Showcase Primata

Opening Act:
Mataharibisu
The Corals

Visual Art Exhibition:
Amalia Permahani
Ranindra MK
Muhammad Khalid
Aruga Perbawa Rizqi
Sanditio Bayu
Marshall Libert
Asyraful Umam

3 Desember 2016
at Kedutaan Besar Bekasi, Jl Raya Jatikramat No. 2A, Jatiasih

Mulai pukul 4 sore s/d selesai

Gratis untuk umum

Supported by:
Blantika Musik
Dapur Letter
Enjoy Bekasi
Holytunes
Kanal Tigapuluh
Rekanada
Ruang Hijau Media
The Display
Warning Magazine
MRH Room Recording





Passion Keeping In Band Album Release





PRESS RELEASE

Passion Keeping In adalah band Pertama dari Padang dirilis oleh Arakatee Acehnese Records. MemainkanGrindcore akselerasi tinggi, Passion Keeping In yang dibentuk pada tahun 2014 dan dengan personilnya yang masih muda PASSION KEEPING IN bisa dibilang energi segar dalam scene di Padang.
Mini album War CRIMINAL adalah rilisan pertama dari PASSION KEEPING IN yang berisi 9 lagu beraroma ganas powerviolence dan Grindcore, plus lagu lagu cover Magrudergrind “The Protocol Of Anti Sound” dan “Assimilated Pollutants” dan juga akan menjadi rilisan khusus pada Aceh Cassette Store Day. Sebagai sebuah rilisan perdana War Criminal adalah suguhan pembuka yang menunjukkan band ini memiliki potensi daya ledak yang berbahaya.
Selain musiknya yang intens, performa panggung PASSION KEEPING IN yang brutal adalah satu catatan khusus. Terasah dari jam terbang mereka yang kerap mengisi line-up gig lokal di Padang dan pengalaman berbagi panggung dengan touring band yang singgah ke Padang. Plus, personil dari BOGEMAN tercatat juga terlibat di band lain, yaitu di TAHANAN NERAKACAPITAL MURDER, dan PROXIMAGLOTIS.


BOGEMAN
Luthfi - Vocals
Dede - Guitars
Bob - Bass
Maman - Drum



Artist: PASSION KEEPING IN
Album Title: War Criminal EP
Format: Cassette tapes C-18
Catalogue: ARAKATEE ACEHNESE RECORDS-004/2016
Country: Indonesia
Release date: 22 Oktober 2016
Genre: Grindcore, Powerviolence

Tracklist:
1.  The protocol of anti sound (cover magrudergrind)
2.  Rusak mental
3.  Grindpa Grindma
4.  Suhapan
5.  Leader bastard
6.  War Crim
7.  Golddigger
8.   Manusia liar
9.   Assimilated polutant (cover magrudergrind)


All music by Passion Keeping In
Lyrics by Luthfi Ilhami & Dede
Recorded at 3:AM Studio
Mixed and Mastered by Cimay 3:AM
Cover art by Luthfi Ilhami
Group Photo by Teguh Prasetyo
Design and layout by Hilman Eka Putra




Catatan

-       Harga jual kaset Rp. 35.000
-       Untuk wholesale dengan harga Rp. 25.000 per kopi kaset dengan minimum 5 kopi kaset bisa menghubungi arakateexacehnese@gmail.com


Arakatee Acehnese Records
Label & Distribution
Jln. Sultan Malikussaleh - Lhong Raya
Banda Raya - Banda Aceh     
Whatsapp 082370569703