Showing posts with label musick. Show all posts
Showing posts with label musick. Show all posts

PRESS RELEASE DOGMA DUNIA BARU – new album progress



DOGMA DUNIA BARU – new album progress
PRESS RELEASE
Setelah melalui proses yang panjang sejak pertengahan tahun 2017 yang lalu, termasuk beberapa kali
pergantian personil yang terulang dalam penggarapan album baru/album penuh/Lp dari GrausiG, akhirnya materi
dari album baru GrausiG yang bertitel “ Dogma Dunia Baru “ memuat 8 (delapan) buah lagu baru akan segera
dirilis pada akhir bulan Mei 2018 yang akan datang.
Lp “Dogma Dunia Baru” direkam di 2 (dua) studio berbeda yaitu K Studio dan Apache Studio. Saat ini
dalam penggarapannya memasuki proses Mastering yang dilakukan di USA, pada sebuah studio mastering yang
terbiasa menangani band metal seperti Sodom, Toxic Holocaust, Magrudergrind, Iron Reagan, dan lain-lain.
Dalam album baru nanti juga ditandai dengan kembali digunakannya logo lama (old logo) dari GrausiG,
seperti yang digunakan pada 2 (album) awal di era 1990an yang lalu. Penggunaan kembali logo lama dari GrausiG
dirasa lebih mewakili dari materi serta musikualitas “Death Metal” di Lp “Dogma Dunia Baru” nanti.
Bersiaplah untuk Lp “Dogma Dunia Baru” pada akhir Mei 2018 yang akan datang….!!!!
GrausiG are :
ISMA BOLONK – Vocals
MAME RUSAK – Guitar & Backing Vocal
SEPTIAN – Guitar
EWIN NAIBORHU – Bass & Backing Vocal
DENNY - Drums
DISCHOGRAPHY :
- Feed The Flesh To The Beast – Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- Tiga Dimensi – Lp. On Cassete. ALFA Records (2002)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)
- Di Belakang Garis Musuh – Lp. CD Majemuk Records (2016)
- Di Belakang Garis Musuh (re-packed) – Lp. CD Obscure Musick US (2017)
GrausiG management
Mobile : 0812.80400850
E-mail : grausigmanagement@gmail.com
Web site http ://www.grausig.net

GERRAM - "Teriak Pesakitan" (Official Music Video) is out now.






Hari Kasih Sayang Tanpa Belas Kasih Dari Gerram
.
GERRAM - "Teriak Pesakitan" (Official Music Video) is out now.
Check the link on @instagerram bio.
.
.
Director : Phebe Angela
DOP: Enggar Kalbuadi
Talent: Carolus Moa
.
This music video is fully supported by: Siasat Partikelir, Navasvara, Go Ahead Challenge, Blacksheep Records
.
#gerram #teriakpesakitan #genderangbencana #siasatpartikelir #navasvara #goaheadchallenge #blacksheeprecords

Death Metallers CADAVER PUTREFACTO from Buenos Aires, Argentina announce their new album, La Maldicion del Zombi Errante , for April 6th, release through BRUTAL RECORDS.


Death Metallers CADAVER PUTREFACTO from Buenos Aires, Argentina announce their new album, La Maldicion del Zombi Errante , for April 6th, release through BRUTAL RECORDS.


Cadaver Putrefacto is proof once again that crass-ridden and obscene Argentina Death Metal still is a winning formula and shall eternally reign supreme

CADAVER PUTREFACTO, Death Metal band formed in Buenos Aires, Argentina in the year 2000 by Daniel Martin Ledesma in Guitar and Vocal, and Juan Gomez in drums. After years of inactivity, the band is reformed in 2015 adding Leonel Grismado in the Voices and prepares its first Demo that saw the light on August 29, 2016, showing three themes of pure Death Metal, classic and direct.


At the end of 2016 the band is reduced to two members: Juan Gomez in Guitar, Bass and Scheduled drums; and Leonel Grismado in the heavy and brutal Guttural Voices.


This formation published in July 2017 an EP titled "Macabre Coleccion" which contains two own songs and three covers. This EP is a preview of the debut album of the band that is soon to see the light. The theme of the lyrics, all composed by the perverse mind of Leonel Grismado (Rigor Mortis - Dyspepsia - Trope Noise) covers horror stories, perversions, serial killers and homage to horror. The musical influences are well marked in bands like Cannibal Corpse, Six Feet Under, Decide, Eternal Grave.


La Maldicion del Zombi Errante have truly stepped it up a notch with remarkably catchy hooks and their already recognizable corpse-decaying Death Metal stench soaked throughout the entire album!



http://www.brutalrecords.us
https://twitter.com/BrutalRecordsUS
https://twitter.com/BrutalRecordsUS
https://www.facebook.com/BrutalRecordsUS/
https://soundcloud.com/brutalrecords
https://brutalrecords.bandcamp.com/
https://www.facebook.com/CadaverPutrefacto2016/
https://twitter.com/CADAVERPUTREFDM?lang=en



BRUTAL RECORDS

STOCK No. BRUT89597
UPC: 758763629173

EUROPE (PHD)
NORTH AMERICA (MVD)
THE ORCHARD (WORLD)

Band T-Shirt Day 2017, 16 -17 des 2017, kuningan city


Info BTSD 2017
Organiser : 
Dynamite Live X Kuningan City

16-17 Desember 2017
Kuningan City - Level 5 & 6
Ticket Entry: IDR 10.000
.
Band Tshirt Bazaar lebih dari 20 tennants (store, online, collectors)
.
F&B corner 
.
22 Band yang akan perform
Seringai
Fisika Matematika
The End
Modern Guns
Dll
.
Artwork Exhibition
Battle Vest Exhibition
Band shoes exhibition
Tshirt exhibition
.
Sablon workshop
.
Band T-Shirt Talkshow
.
Live drawing performance
.
Target audience 2000 orang untuk 2 hari
.
Akun instagram @bandtshirtday_id
   Media Partner 
   - Oz Radio
   - Mave Magazine
   - undergroundsync.com
   - Info Pensi
   - Ruru Radio
   - Ripstore Asia
   - Kalendar Event
   - Provoke!

we are; all distortion brotherhood JAKARTACORE Minggu, 12 November 2017 Bulungan Arena



we are; all distortion brotherhood
JAKARTACORE
Minggu, 12 November 2017
Bulungan Arena
Start 13.00 - 22.00 Wib

Line Up :
- DEADSQUAD
- THRASHLINE
- NOXA
- TRAUMA
- GRAUSIG
- DIRTY EDGE
- STRAIGHTOUT
- FUNERAL INCEPTION
- KELELAWAR MALAM
- F.O.D
- DISTRUGGERE
- AMBIENCE OF OPERA
MC.GIMBALCORE & MR. GELE

@rangrangCORE
Supported :
- SUPER SOCIETY
- IRS RADIO
- ROCK RADIO LIVE.CO
- MUSICLISTFORUM
- DAPURLETTER
- VENOM STUDIO
- CILANDAK FAMILIA
- J5UG
- PATBLAS MERCH
- KLINIK BUCEK
- XTREME MERCH 

Please share and thanks

PRESS RELEASE DISCOSHIT




PRESS RELEASE

DISCOSHIT sebagai band merupakan perpaduan antara semangat dan sikap hardcore punk, keganasan maksimum thrash metal dan mentalitas yang lahir dari jalanan. Dibentuk pada tahun 2003, mereka memulai pencarian arah baik sebagai band maupun secara musikal. Saru yang paling signifikan adalah DISCOSHIT telah mengalami proses lima kali pergantian line-up personilnya. Diawali dengan sebuah demo yang dirilis pada tahun 2005 bergulir hingga album debutnya Teror Sriwijaya, Mental Serigala yang dirilis pada tahun 2012 lalu.

DISCOSHIT bisa dibilang salah satu band yang bertahan cukup lama di Palembang, dan langkah mereka belum terhenti dan di awal tahun 2017 ini mereka merilis album keduanya yang berjudul Aniaya walau dalam rentang yang cukup panjang sekitar 5 tahun jaraknya dari album pertama mereka. Sebuah proses yang harus mereka jalani karena pergantian personil dan dinamika kehidupan masing-masing personilnya. Karena dinamika itu pula albumAniaya pun proses pengerjaannya memakan waktu yang hampir setahun. Namun penantian tersebut sangat layak dengan arah musikal baru yang mereka kejar. Album keduanya itu berisi 10 lagu yang melebur dengan ganas pengaruh dari band teutonic thrash metal seperti Minotaur, Sodom dan Kreator dengan hardcore punk yang dipengaruhi band seperti Discharge dan Broken Bones.

Dengan ilustrasi dan tata letak album yang dikerjakan oleh Morrg (Rajasinga) dan foto grup yang mantap oleh Jimmy Budiman, album yang produksinya dikerjakan oleh dynamic duo, Farid Amriansyah dan Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) – duo yang mengerjakan antara lain album Gerram, ((AUMAN)), Trendy Reject- itu dirilis oleh Rimauman Music dan Raw Records dalam format CD. Sebuah album yang tanpa banyak basa-basi dan daripada tenggelam dalam eksplanasi adalah lebih baik dinikmati dengan setelan volume tertinggi.
Tabik!

Stream/download lagu “Tikam” dari album Aniaya


DISCOSHIT adalah
Yudi Setiawan – Gitar/Vokal
Romay Noor – Gitar
Amir Hamzah – Bass
Reza Fajrin – Drums

Contact:
Facebook: DISCOSHIT

Diskografi

Demo "DEMOPROMOSHIT" CD-R (2005)
"TAKE CONTROL" CD-R (Blackhawk Prod, 2007)
Split w/ DISLAYNOM (Prancis) CD-R (La topographie des erreurs, 2009)
Kompilasi "STAY TOGETHER VOL. 4" (Colonist Recs, 2009)
Kompilasi "YANG PENTING BERISIK" (Noiseblast Media, 2011)
Kompilasi "KONSPIRASI THRASH" (Metalblaster Recs, 2012)
Debut album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Eattheshit music, 2012)
Kaset tape album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Anarkopop Recs, 2015)
Sampler "NEKROPOLIS APOKALIPS" (2013)
Single "Tikam" (2016)
Album kedua "ANIAYA" ( Rimauman Music, Raw Records, 2017)


========================================

Artist: DISCOSHIT
Album Title: Aniaya
Format: Compact Disc
Label: Rimauman Music & Raw Records
Catalogue: RIMAUMAN-015/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Maret 2017
Genre: Thrash metal

Tracklist:
1. Balada Bulan dan Matahari
2. Aniaya
3. Tikam
4. Jabalan Distorsi
5. Humanisme Adalah Kanibalisme
6. Problematika Jalanan
7. Sriwijaya Thrash Militia!
8. Balada Bujang Pemberang
9. Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing
10. Nekropolis Apokalips

Lirik oleh Yudi Setiawan
Musik oleh Discoshit kecuali “Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing” oleh Discharge
Vokal tamu di “Problematika Jalanan” oleh Arif Wibowo
Suara tawa di “Balada Bujang Pemberang” oleh Farid Amriansyah”
Vokal latar semua lagu oleh Farid Amriansyah kecuali “Nekropolis Apokalips” oleh Arif Wibowo dan Romay Noor
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam di Blacksheep Studio oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works)
Ilustrasi, logo, tata letak album oleh Morrg
Foto grup oleh Jimmy Budiman dan Hendri Febriani

SKALIE Band Press Release



PRESS RELEASE
Artist      : Skalie.
Album    : Abadalabid.
Rilis       : Februari 2017.
Label      : Paviliun Records dan Revival Records.


Skalie, band ska fenomenal dari timur Jakarta yang berdiri sejak tahun 1996 dan besar di komunitas underground era Harley Davidson dan Poster Café setelah melewati perjalanan dan proses yang cukup panjang dan berliku akhirnya akan merilis album kedua di awal tahun 2017.

Album kedua ini memakan rentang waktu 10 tahun setelah debut album perdana mereka “Skalie For Sale” ( Revival Records ) di tahun 2007 yang cukup sukses di lingkup komunitas ska independent Jakarta, cukup banyak kendala dan problema yang dihadapi dalam proses pengerjaan album ini berawal dari kepergian drummer skalie yang meninggalnya dikarenakan sakit, keyboardis dan gitaris yang harus pindah keluar kota dikarenakan pekerjaan yang namun pada akhirnya mereka kembali ke Jakarta dan kembali aktif bersama skalie, pergantian personil pada bass dan drum serta penambahan fomasi personil untuk mengisi trombone. Recording album ini sendiri memakan waktu 2 tahun.

Album yang diberi tajuk “Abadalabid” atau berarti “abadi” menurut bahasa Indonesia baku berisikan 12 lagu ska yang sangat variatif, memadukan musik ska dengan element music lain seperti bossas, rock, 80s pop dan new wave menjadi sebuah album transisi dari musikalitas skalie yang semakin mengalami pendewasaan eksplorasi sound dan progresi lagu yang berbeda dari album pertama namun tetap tidak keluar dari karakter dan benang merah music skalie. Secara konsep skalie mencoba keluar dari pakem traditional yang ada pada music ska dan pada kebanyakan band ska lainya dengan karakteristik vocal yang menjadi signature tersendiri dan lyric yang banyak menggunakan kata-kata yang diambil dari kamus bahasa Indonesia baku serta dikemas dengan lugas dan jenaka.

Perilisan album terbaru ini juga akan dibarengi dengan rilis film documenter “Drugs, Violence and Revival – 20 Years of Skalie” sebuah film documenter berdurasi hampir 1 jam yang menceritakan tentang perjalanan band skalie pada era awal yang dekat dengan drugs dan perkelahian hampir di setiap acara di era ini mereka mempunyai slogan “Skalie, Sex, Drugs and Rocksteady” sampai perjuangan skalie untuk kembali berkarya dengan image yang jauh lebih positif dengan meninggalkan drugs, alcohol beserta kroni-kroninya. Film dokumenter ini di garap oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


Single pertama dari album kedua ini berjudul “Alkohol”, lagu yang bercerita tentang seseorang yang memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol sebuah lagu yang di buat dan dedikasikan untuk skalie sendiri. Single Video klip Alkohol dirilis  pada tanggal 22 Januari 2017 di chanel Youtube Sinema Pinggiran. Video Klip Alkohol ini juga di produksi oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


For more information :
Tubagus Boris Herlambang
Mobile : ( 0898 904 9503 )




AKSATA Press Release

AKSATA
Aksata, dalam bahasa Sansekerta memiliki makna berputar dan tidak terputus. Sebuah kata yang dimaknai sebagai energi kreatif yang terus mengalir dan dijadikan nama oleh bandindie rock/post-rock, AKSATAyang terbentuk di kota Palembang pada pertengahan 2015 lalu.Dengan personil Alif (gitar/vokal), Enggar (gitar), Agung (keyboard/synthesizer), Ella (bass) dan Eras (drums). Pengalaman musikal personilnya perlu dicatat juga terlibat di band seperti Elfroux16, Vent, The Night Safari, Laurel and Gooseberries, Chamber of Sriwijaya dan juga Lucille di Palembang, hingga cukup terasah matang.
Sempat membuka band nasional seperti Barasuara dan Mocca di Palembang, dan aktif menorehkan eksistensinya di kancah musik lokal Palembang, pada bulan Januari 2017 ini,sebagai pembuka tahun baru AKSATA melepas tiga karya musikalnya dalam format audio visualLangkah yang diambil sebagai awalan untuk rencana utamanya yaitu merilis albumnya. Sebuah proses yang tidak mudah karena masing-masing personil harus menyesuaikan referensi masing-masing untuk merangkum benang merah musik dari AKSATA.
Ketiga lagu yang dilepas dalam bentuk live session video itu dibuka dengan “Strain” dengan melodi repetitif pada bagian awal yang merefleksikan kehidupan yang terkadang monoton. Dengan ritme yang perlahan membangun nuansa dalam spektrum kebahagiaan dan kegusaran yang mewarnai kehidupan, bahkan penyesalan. Selanjutnya adalah Lullaby” yangaransemennya dirangkai sesuai dengan judulnya yang bertujuan untuk menjadi lagu pengantar tidur hingga mata terpejam. Dan, terakhir Bitch in Uniform yang merupakan satu-satunya laguyang menggunakan vokal dan lirik dalam komposisinya. Lagu yang personal itu meluapkan buncah gelisah asmara yang terabai dan terkhianati.
Sesuai dengan niatnya, semoga 3 live session video yang dipublikasikan tersebut bisa menjadi awalan pembuka yang baik sebagai perkenalan untuk membuka apresiasi terhadapAKSATA dan membuka langkah lanjutan untuk album debut yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Bitch In Uniform” https://youtu.be/s7UpnPA1XUY

Simak tiga live session video dari AKSATA di:

AKSATA contact:
instagram: aksata.official
youtubu: aksata.official

Rimauman Music

Videos: https://www.youtube.com/watch?v=LyF2pUiepI0&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=zP3Re0nyY8w&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=s7UpnPA1XUY&authuser=0 


PRESS RELEASE SADIST RECORDS


Datang dari rimbunnya hutan Kalimantan dan kilauan batu mulia kota Martapura, Kalimantan Selatan. Seorang PNS tampan memberi angin segar bagi scene Kalimantan. One Man Band menjadi pilihan tepat menyalurkan bakat yang terpendam di entertainment, meski dulu sempat membintangi sebuah sinetron lepas di sebuah TV swasta. CEREBRAL EDEMA di album yang ketiga ini bekerjasama dengan Sadist Records menyuguhkan 10 track pesakitan. Riff-riff sakit ala Devourment serta Disgorge di ramu yang kemudian di tambahkan pesona Brodequin yang ganas serta buas. Lirik lirik psychopath serta sakit di rasa benar benar akan membuat telinga menjadi benar benar tuli. “Kami ingin menulis musik yang benar benar total brutal namun tetap memberikan part groovy di beberapa aransement music kami.” Jelas Hasbi.

Resmi terbentuk sejak tahun 2014, setahun kemudian sempat merilis debut album bertajuk “  Good Guys Don't Play Gore n Roll” yang dirilis sendiri secara terbatas 50 copy tanggal 3 April 2015. Dan di tahun yang sama pula merilis EP berisikan 4 track bertajuk Surgical Human Flesh” dan dirilis secara terbatas pula. Pada Janurai 2016, kembali merilis album kedua bertajuk “Corpse Eaters” oleh Lokanada Records.


Sesi rekaman album ketiga “Torture and Dismemberment” dilakukan dari bulan September hingga desember 2016, pada kesempatan ini ada beberapa musisi cadas nasional yang turut andil dalam penggarapan album ini. Seperti Nyoman Sastrawan dan Ardian Woodman keduanya dari Devoured, death metal band dari Jogjakarta. Yan dari Balliziah berperan sebagai pengisi drum di sesi rekaman ini. Serta Henri Saputra dari Infeksi. Penggarapan cover CD album ini oleh sang maestro Timbul Cahyono. Lalu di poles menawan oleh Rony dari Reject Art.
Tepatnya tanggal 2 Februari 2017, CEREBRAL EDEMA merilis album ketiganya via label independen Sadist Records, berisi 10 tracks brutal groovy death metal yang siap memotong telinga siapapun yang berada dalam jalurnya. Beware!



Denied: A New Breed of GRINDCORE band's






Denied is a Grindcore Band side project originally formed in middle 2016 by Bondie Destiant on Drum/Vocal (ex Panic Disorder, Onset Serious Problems, Peligro, For Infidel) and Yudhistira Sidharta on Guitar/Vocal (ex The The Myth, Disgrace, Maggot, For Infidel). The Band was later joined by Bassist Donnirimata (Tengkorak, ex Suffering) and Didik Wibowo Senoaji on Vocals (Peligro, Cosmic Vortex). Denied have played very few live shows cause of preparing recording for a full length album in early of 2017 that's more be important. Denied influenced so many grind/crust band like Terrorizer, Napalm Death, Brutal Truth, Disrupt, Discharge, Lock Up and anykind whole of Grindcore Music. DENIED line up : Didik Wibowo Senoaji - Vocals Yudhistira Sidharta - Guitars Donnirimata - Bass Bondie Destiant - Drums

Band Contact
Bondie D : +6281317506322 Facebook : Denied Grindcore
Donni : +628161187312 email : denied.grindcore@gmail.com



Jeruji Merilis Single Terbaru Berjudul Stay True

Displaying Jeruji Cover (1).jpg

Displaying Jeruji Cover (2).jpg

Jeruji Merilis Single Terbaru Berjudul Stay True

Bandung, 3 Oktober 2016 – Letupan semangat kembali datang dari unit hardcore legendaris asal Bandung, Jeruji. Band yang kini beranggotakan Sani (Drum), Pengex (Bass), Andre (Guitar), dan Ginan (Vocal) ini mengumumkan dirilisnya single kedua mereka berjudul Stay True. Lagu ini menjadi rangkuman dari semua tema yang diusung oleh Jeruji pada album kelima yang akan dirilis akhir Oktober dengan nama yang sama.
“Album ini merupakan fase penting bagi Jeruji karena kami menjadikannya sebuah pernyataan dan penegasan sikap dalam masa transisi yang kami alami satu tahun terakhir,” ungkap Jeruji. Dalam proses penggarapannya, mereka menuliskan musik dan lirik yang relevan dengan semangat yang dituangkan; kemandirian, dialektika kebebasan dan tanggung jawab, solidaritas semesta, hingga pesan abadi dari pemaknaan hardcore punk: menjadi bagian dari solusi.
Jeruji memang dikenal sebagai band yang mengalami banyak evolusi. Sejak berdirinya pada tanggal 30 September 2016, mereka telah melalui beberapa kali pergantian personil yang diikuti oleh gaya bermusik. Meski begitu, semangat mereka dalam meneriakkan isu-isu politik, etika, dan emosi, masih tetap menyalak sampai sekarang. Percis sama ketika album pertama mereka, Freedom, menghantam kancah musik hardcore Indonesia.
Mengenai referensi musik, Jeruji mengaku banyak dipengaruhi oleh The Opressed dan Warzone, ditambah dengan metal twist serta sentuhan khas mereka yang merupakan perpaduan dari band hardcore 90-an asal New York dan musik trash era 80-an.
Perilisan single ini merupakan buah kerjasama beberapa pihak, diantaranya Grimloc Records dan Monsterstress Records. Pada tanggal 5 Oktober, lagu ini dapat diunduh secara legal di situs resmi Monsterstress (http://monsterstress.com/) hanya pada hari itu saja. Segera setelahnya, lagu ini dapat dinikmati di berbagai kanal digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, dan lain-lain.
Dwi Lukita