Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

PRESS RELEASE CLOSE ME CLOSET –TERANG



Close Me Closet Management
Contact Person : Ega Mardiono
                         081316568655 / 081315052880
Jl. Margonda Raya Gg H Marsaid
No 38 003/012 Depok 16423


PRESS RELEASE
CLOSE ME CLOSET –TERANG

Setelah merilis 3 Video Clip lewat album ke-2 yang berjudul Labyrinth, Close Me Closet kembali mempersembahkan (Official Music Video) Terang lewat Youtube.  lagu dari Album ke-2 yang berjudul labyrinth ini merupakan lanjutan dari video clip pertama Close Me Closet yang menceritakan tentang seseorang yang kehilangan arah untuk mencapai suatu tujuan. Di Lagu Terang ini, justru sebaliknya, hanya saja akar ceritanya bersumber pada lagu Hilang Arah. Dimana Terang itu adalah suatu pembuktian bagi kami (Close Me Closet) bahwa selama kami bersama, kami tidak akan kehilangan arah dan akan menemukan titik terang kami sendiri.

Sekian pemberitahuan ini, besar harapan kami agar kalian bisa membantu mempublikasikan berita ini. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih dan dukung terus kemajuan musik indonesia.

KOMPILASI LEGENDARIS “INJAK BALIK!” RILIS ULANG DALAM FORMAT KASET by Zim Zum



KOMPILASI LEGENDARIS “INJAK BALIK!” RILIS ULANG DALAM FORMAT KASET

Sebagai label spesialis rekaman pita, Zim Zum Entertainment (berkolaborasi dengan 2 label lokal: Metalgodz & R.A.S.P) merilis ulang kompilasi legendaris Injak Balik! dalam format kaset untuk pertamakalinya. Reissue ini digarap sebagai perayaan 20 tahun rekaman sekaligus mengenang kembali pergerakan punk/hardcore ‘90-an di tanah air (khususnya Bandung).
Aslinya Injak Balik! dirilis dalam format piringan hitam ukuran 7 inchi oleh label TAM89. Sebuah label asal Perancis yang memiliki visi untuk memperkenalkan skena punk/hardcore dari belahan dunia dalam format vinil. Kompilasi ini memuat 9 ben lawas yang seluruhnya berasal dari Bandung, a.l.: Puppen, Jeruji, Savor of Filth, Turtles Jr., Deadly Ground, Runtah, Closeminded, Piece of Cake, All Stupid.
Dalam sampul album kami juga memuat wawancara dengan Lük (pemilik label TAM89). Kebetulan, saat penggarapan rilisan ini beliau sedang berdomisili di Jakarta karena alasan pekerjaan. Sehingga wawancara tersebut membuat versi kaset ini semakin informatif ketimbang rilisan ulang belaka pada kebanyakan. Transformasi fisik ini juga menjadi alternatif bagi penikmat rekaman analog di Indonesia. Mengingat harga rilisan otentiknya sekarang hanya mampu diraih oleh kalangan mapan. (baca: mahal pisan!)
Kaset Injak Balik! mulai beredar pada acara Festival Kaset Bandung (FKB) yang berlangsung selama dua hari (2 & 3 September 2017) di Gedung YPK, Bandung. Tak jauh berbeda dengan konsep Record Store Day / Cassette Store Day di dunia, FKB merupakan hajatan tahunan yang diperuntukkan kaum pecinta rekaman fisik, khususnya kaset. Di sana nantinya akan ada pameran, hearing session, diskusi, lelang, dan tentunya sale besar-besaran bagi kolektor mania.
Selain Injak Balik!, Zim Zum juga merilis rekaman live/reuni terakhir dari D.S.-13—sebuah ben thrashcore legendaris asal Swedia yang cukup berpengaruh pada ben-ben hardcore/punk di dunia, termasuk Indonesia. Masih dikemas dalam bentuk kaset, yang mana aslinya berformat piringan hitam 12 inchi rilisan label asal Amerika Serikat, Rotten To The Core Records.
Di skena ini kami dibesarkan dengan kaset. Dan sampai kapanpun kami akan tetap mencintai kaset. Long live tape!!!
= = = = = = = = = = = = = = = = =
HARGA: Rp 50.000,- (non P&P).
= = = = = = = = = = = = = = = = =
ZIM ZUM Releases:
ZZ-I: Bandung Lautan Hardcore-split
ZZ-II: DOOM – Corrupt Fucking System (under license from the band)
ZZ-III: MRxGRIND – Eks-Punk
ZZ-IV: Kompilasi Komplikasi vol.5
ZZ-V: Tengkorak/Cerebral Turbulency-split (under license from Bloodbath Records)
ZZ-VI: Agathocles/Grindbuto-split  (under license from the band)
ZZ-VII: ANTISEPTIC – The Best of…
ZZ-VIII: GUDANGxGARAM – Skull Crushing HxC
ZZ-IX: GRAUSIG – Feed the Flesh To All who Suffered and Died
ZZ-X: Godless Symptomps – Inilah Negeri Neraka Live Rehearsal
ZZ-XI: JENGLOTH – Demi Tuhan…Ini EP!
ZZ-XII: SACRILEGIOUS – Lucifer Name Be Prayed
ZZ-XIII: CRANIAL INCISORED – Lipan’s Kinetic
ZZ-XIV: Terrorizer – Darker Days Ahead (under license from Century Media Records)
ZZ-XV: Napalm Death – Utilitarian (under license from Century Media Records)
ZZ-XVI: Warbringer – IV: Empires Collapse (under license from Century Media Records)
ZZ-XVII: Arch Enemy – War Eternal (under license from Century Media Records)
ZZ-XVIII: Sick of it All – Last Act of Defiance (under license from Century Media Records)
ZZ-XIX: SAJAMA CUT – Manimal
ZZ-XX: HEXX – Morbid Reality (under license from Century Media Records)
ZZ-XXI: Napalm Death – Smear Campaign (under license from Century Media Records)
ZZ-XXII: WaRBRINGER – Waking Into Nightmares (under license from Century Media Records)
ZZ-XXIII: TENGKORAK – It’s a Proud To Vomit Him
ZZ-XXIV: ABBATH – Abbath (under license from Season of Mist Records)
ZZ-XXV: The CASUALTIES – Chaos Sound (under license from Season of Mist Records)
ZZ-XXVI: KYLESA – Ultraviolet (under license from Season of Mist Records)
ZZ-XXVII: KYLESA – Exhausting Fire (under license from Season of Mist Records)
ZZ-XXVIII: ROTTEN SOUND – Abuse To Suffer (under license from Season of Mist Records)
ZZ-XXIX: The TRANSITION – D'ya Remember This!
ZZ-XXX: TENGKORAK – Konsentrasi Massa
ZZ-XXXI: SONIC TORMENT – Haatzaai Artikelen
ZZ-XXXII: MURTAD – Extirpate the Remaining Breath
ZZ-XXXIII: IMPLIED – Life To Die
ZZ-XXXIV: BLASPHEREION – Rest in Peace (under license from Osmose Productions)
ZZ-XXXV: DISASTROUS MURMUR – Rhapsodies in Red (under license from Osmose Productions)
ZZ-XXXVI: GRAUSIG – Feed the Flesh To the Beast
ZZ-XXXVII: VOMIT REMNANTS – From Death to Groove (under license from the band)
ZZ-XXXVIII: GEROGOT – Cruelty Vomit of Hatred
ZZ-XXXIX: INJAK BALIK! Compilation (under license from Tian An Men 89 Records)
ZZ-XL: D.S.- 13 – Last Mosh For Charlie: Live in Umeå Hard Core (under license from Rotten To the Core Records & band)


20 April 2017, Rilis Album band bernama Mooner bertajuk Tabiat




Kepada Rekan-rekan Media yang Terhormat,

Kami dari Bhang Records, ingin mengumumkan bahwa pada tanggal 20 April 2017 akan merilis album dari band bernama Mooner yang bertajuk Tabiat.

Mooner - Tabiat adalah sebuah hasil kolaborasi yang terlahir secara alami. Bermula dari jamming iseng antara Absar (The Slave), Tama (Sigmun) dan Rekti (The Sigit) yang  berkegiatan dalam lingkungan musik dan skateboard yang sama. Proses pembuatan album memakan waktu selama 1 tahun, memanfaatkan waktu luang di Red Studio Bandung, dikerjakan dengan suasana santai.  Hasilnya adalah 12 lagu bernuansa heavy rock yang sangat mereka gemari, seperti band-band rilisan Vertigo dan Akarma Records,, hingga AKA dan juga Panbers.
Kendati demikian, Mooner - Tabiat jauh dari kesan mereplikasi influence mereka. Absar membuat sebagian besar musik dalam album ini menggunakan gitar. Masih kental dengan warna stoner rock yang menjadi ciri khas nya saat masih tergabung dalam The Slave. Namun kali ini pemilihan nada dalam riff ciptaannya sarat dengan nuansa ‘ketimuran’ yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.
Tama bermain sangat lepas menghantam drum tanpa beban, yang menjadi salah satu unsur pembawa suasana dalam setiap lagu yang terdapat di dalam album ini. Irama lagu dibawa cepat dan pelan sesuai dengan interpretasi dirinya terhadap riff-riff gitar buatan Absar.
Walaupun memilih tidak bernyanyi dan sembunyi di balik suara distorsi gitar menggunakan bass, Rekti masih mencoba memberikan kontribusi yang berarti melalui lirik, pertama kali nya dalam bahasa Indonesia. Ia juga bertanggung jawab dalam proses mixing dengan bantuan Avedis Mutter (Rebuilt 40124 Studio).

Salah satu hal yang menonjol dalam album Tabiat adalah balutan suara Marshella Safira (Sarasvati). Seolah menjadi benang merah bagi keragaman gubahan musik yang ada, lagu yang berirama cepat seperti pada “Seruh” terdengar begitu merdu sekaligus menghentak. Sedangkan dalam lagu yang pelan dan kelam seperti “Ingkar”, suara Marshella dapat mengimbangi heavinessdari musik latar tanpa harus kehilangan keindahan suara nya yang lembut.

Tabiat menarik untuk disimak karena masing-masing personil menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka pernah lakukan dalam habitat nya (band asli mereka).

Rilisan ini akan tersedia dalam format CD dan Digital (iTunes, Spotify, Google Play, etc). Format kaset dibuat dalam jumlah yang terbatas dan hanya bisa didapatkan melalui bundling package (berisi CD, Kaos dan Kaset).

Salam Hangat,
Bhang Records

PRESS RELEASE NEW OFFICIAL VIDEO HOLD “THE FATE”



PRESS RELEASE NEW OFFICIAL VIDEO HOLD “THE FATE”

Tanggal 12 Maret 2017 Hold resmi merilis official video lagu “The Fate” yang diambil dari debut album perdana mereka yang berjudul “All Of This Pain”. Konsep video sendiri berupa footage, live show, cuplikan lirik dan beberapa potongan perjalanan video tour beberapa bulan yang lalu di tahun 2016.
Bersama dengan di rilisnya video ini kami juga mengumumkan bahwa di tahun ini kami sedang menulis materi baru untuk album kedua kami dan sedang mencari sosok pengganti untuk mengisi kekosongan posisi frontman di dalam band ini.
Official video “The Fate” bisa di lihat secara langsung di channel youtube kami :

https://www.youtube.com/watch?v=XSuQH07rXXg

PRESS RELEASE DISCOSHIT




PRESS RELEASE

DISCOSHIT sebagai band merupakan perpaduan antara semangat dan sikap hardcore punk, keganasan maksimum thrash metal dan mentalitas yang lahir dari jalanan. Dibentuk pada tahun 2003, mereka memulai pencarian arah baik sebagai band maupun secara musikal. Saru yang paling signifikan adalah DISCOSHIT telah mengalami proses lima kali pergantian line-up personilnya. Diawali dengan sebuah demo yang dirilis pada tahun 2005 bergulir hingga album debutnya Teror Sriwijaya, Mental Serigala yang dirilis pada tahun 2012 lalu.

DISCOSHIT bisa dibilang salah satu band yang bertahan cukup lama di Palembang, dan langkah mereka belum terhenti dan di awal tahun 2017 ini mereka merilis album keduanya yang berjudul Aniaya walau dalam rentang yang cukup panjang sekitar 5 tahun jaraknya dari album pertama mereka. Sebuah proses yang harus mereka jalani karena pergantian personil dan dinamika kehidupan masing-masing personilnya. Karena dinamika itu pula albumAniaya pun proses pengerjaannya memakan waktu yang hampir setahun. Namun penantian tersebut sangat layak dengan arah musikal baru yang mereka kejar. Album keduanya itu berisi 10 lagu yang melebur dengan ganas pengaruh dari band teutonic thrash metal seperti Minotaur, Sodom dan Kreator dengan hardcore punk yang dipengaruhi band seperti Discharge dan Broken Bones.

Dengan ilustrasi dan tata letak album yang dikerjakan oleh Morrg (Rajasinga) dan foto grup yang mantap oleh Jimmy Budiman, album yang produksinya dikerjakan oleh dynamic duo, Farid Amriansyah dan Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) – duo yang mengerjakan antara lain album Gerram, ((AUMAN)), Trendy Reject- itu dirilis oleh Rimauman Music dan Raw Records dalam format CD. Sebuah album yang tanpa banyak basa-basi dan daripada tenggelam dalam eksplanasi adalah lebih baik dinikmati dengan setelan volume tertinggi.
Tabik!

Stream/download lagu “Tikam” dari album Aniaya


DISCOSHIT adalah
Yudi Setiawan – Gitar/Vokal
Romay Noor – Gitar
Amir Hamzah – Bass
Reza Fajrin – Drums

Contact:
Facebook: DISCOSHIT

Diskografi

Demo "DEMOPROMOSHIT" CD-R (2005)
"TAKE CONTROL" CD-R (Blackhawk Prod, 2007)
Split w/ DISLAYNOM (Prancis) CD-R (La topographie des erreurs, 2009)
Kompilasi "STAY TOGETHER VOL. 4" (Colonist Recs, 2009)
Kompilasi "YANG PENTING BERISIK" (Noiseblast Media, 2011)
Kompilasi "KONSPIRASI THRASH" (Metalblaster Recs, 2012)
Debut album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Eattheshit music, 2012)
Kaset tape album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Anarkopop Recs, 2015)
Sampler "NEKROPOLIS APOKALIPS" (2013)
Single "Tikam" (2016)
Album kedua "ANIAYA" ( Rimauman Music, Raw Records, 2017)


========================================

Artist: DISCOSHIT
Album Title: Aniaya
Format: Compact Disc
Label: Rimauman Music & Raw Records
Catalogue: RIMAUMAN-015/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Maret 2017
Genre: Thrash metal

Tracklist:
1. Balada Bulan dan Matahari
2. Aniaya
3. Tikam
4. Jabalan Distorsi
5. Humanisme Adalah Kanibalisme
6. Problematika Jalanan
7. Sriwijaya Thrash Militia!
8. Balada Bujang Pemberang
9. Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing
10. Nekropolis Apokalips

Lirik oleh Yudi Setiawan
Musik oleh Discoshit kecuali “Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing” oleh Discharge
Vokal tamu di “Problematika Jalanan” oleh Arif Wibowo
Suara tawa di “Balada Bujang Pemberang” oleh Farid Amriansyah”
Vokal latar semua lagu oleh Farid Amriansyah kecuali “Nekropolis Apokalips” oleh Arif Wibowo dan Romay Noor
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam di Blacksheep Studio oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works)
Ilustrasi, logo, tata letak album oleh Morrg
Foto grup oleh Jimmy Budiman dan Hendri Febriani

AKSATA Press Release

AKSATA
Aksata, dalam bahasa Sansekerta memiliki makna berputar dan tidak terputus. Sebuah kata yang dimaknai sebagai energi kreatif yang terus mengalir dan dijadikan nama oleh bandindie rock/post-rock, AKSATAyang terbentuk di kota Palembang pada pertengahan 2015 lalu.Dengan personil Alif (gitar/vokal), Enggar (gitar), Agung (keyboard/synthesizer), Ella (bass) dan Eras (drums). Pengalaman musikal personilnya perlu dicatat juga terlibat di band seperti Elfroux16, Vent, The Night Safari, Laurel and Gooseberries, Chamber of Sriwijaya dan juga Lucille di Palembang, hingga cukup terasah matang.
Sempat membuka band nasional seperti Barasuara dan Mocca di Palembang, dan aktif menorehkan eksistensinya di kancah musik lokal Palembang, pada bulan Januari 2017 ini,sebagai pembuka tahun baru AKSATA melepas tiga karya musikalnya dalam format audio visualLangkah yang diambil sebagai awalan untuk rencana utamanya yaitu merilis albumnya. Sebuah proses yang tidak mudah karena masing-masing personil harus menyesuaikan referensi masing-masing untuk merangkum benang merah musik dari AKSATA.
Ketiga lagu yang dilepas dalam bentuk live session video itu dibuka dengan “Strain” dengan melodi repetitif pada bagian awal yang merefleksikan kehidupan yang terkadang monoton. Dengan ritme yang perlahan membangun nuansa dalam spektrum kebahagiaan dan kegusaran yang mewarnai kehidupan, bahkan penyesalan. Selanjutnya adalah Lullaby” yangaransemennya dirangkai sesuai dengan judulnya yang bertujuan untuk menjadi lagu pengantar tidur hingga mata terpejam. Dan, terakhir Bitch in Uniform yang merupakan satu-satunya laguyang menggunakan vokal dan lirik dalam komposisinya. Lagu yang personal itu meluapkan buncah gelisah asmara yang terabai dan terkhianati.
Sesuai dengan niatnya, semoga 3 live session video yang dipublikasikan tersebut bisa menjadi awalan pembuka yang baik sebagai perkenalan untuk membuka apresiasi terhadapAKSATA dan membuka langkah lanjutan untuk album debut yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Bitch In Uniform” https://youtu.be/s7UpnPA1XUY

Simak tiga live session video dari AKSATA di:

AKSATA contact:
instagram: aksata.official
youtubu: aksata.official

Rimauman Music

Videos: https://www.youtube.com/watch?v=LyF2pUiepI0&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=zP3Re0nyY8w&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=s7UpnPA1XUY&authuser=0