Showing posts with label rock. Show all posts
Showing posts with label rock. Show all posts

Jakarta Rockulture Fest 2017, Sabtu, 01 April 2017, The Headbanger Years (STAND OFFER LETTER)



Dear All METAL FREAKZ, Seller and Distributors,

SACCA Production in partnership with ROCKULTURA will presents our music event:

The JAKARTA ROCKULTURE FESTIVAL 2017
"The Headbanger Years - all things 80's-90's rock & metal festival"

@ HALL L3 (Stage) & L4 (Bazar) - KUNINGAN CITY
Jakarta Selatan
1st of April 2017, 11.00 - 23.00 WIB

Products/Gimmicks:
- Rock/Metal Music merchandise
- Vinyl/CD/DVD/Records
- Toys
- Music & Movie Action Figures
- Rock Apparels
- Rock Distro
- Autograph Memorabilia
- Music Equipment
- Metal Accessories
- Skate Stuffs
- Rock Community Booth & Exhibition

Live Band Performances:
- SERINGAI
- DEADSQUAD
- KOIL
- NOXA
- GETAH
- DIVINE
- COSMIC VORTEX
- ORACLE
- SEVEN YEARS LATER
- ARROWGUNS
- DJ DEMON THROOPER
- ...and many more

We attached our JAKROCKFEST-Stand Offer Letter and LayOut Area with this email... Please check it out!

Booth prices:
2x2 = IDR.300.000
3x2 = IDR.500.000

Remember in this event, booking stand is strictly on FIRST COME FIRST SERVE BASES... and usually will be sold out in just 1 day! .... So, book now and get the best stand offer! HAPPY BOOKING GUYS....

NOTE:
- For Booking info please call: DINDA (Office 71793851 / Hp 0816-287-957), or RIZA (08161667077)
- We have 2 (two) persons in charge for booking, which accidentally sometimes we have 2 calls in same time, so we have to manage which call booked earlier than others. In conclusion, our decision is FINAL.

Thank you n Cheers!

S A C C A  p r o d u c t i o n
PT. Sacca Prima Axisindo
Toyzone Unit 2nd Floor
Jl.Kemang Timur No.57 C
Jakarta Selatan
Ph. 021 7179 3851 Fax. 021 7179 3852
 
www.jakartatoysfair.com
jakartatoysfair@yahoo.com
FB. Rizer Sacca
Twitter. @darthrizer

20 April 2017, Rilis Album band bernama Mooner bertajuk Tabiat




Kepada Rekan-rekan Media yang Terhormat,

Kami dari Bhang Records, ingin mengumumkan bahwa pada tanggal 20 April 2017 akan merilis album dari band bernama Mooner yang bertajuk Tabiat.

Mooner - Tabiat adalah sebuah hasil kolaborasi yang terlahir secara alami. Bermula dari jamming iseng antara Absar (The Slave), Tama (Sigmun) dan Rekti (The Sigit) yang  berkegiatan dalam lingkungan musik dan skateboard yang sama. Proses pembuatan album memakan waktu selama 1 tahun, memanfaatkan waktu luang di Red Studio Bandung, dikerjakan dengan suasana santai.  Hasilnya adalah 12 lagu bernuansa heavy rock yang sangat mereka gemari, seperti band-band rilisan Vertigo dan Akarma Records,, hingga AKA dan juga Panbers.
Kendati demikian, Mooner - Tabiat jauh dari kesan mereplikasi influence mereka. Absar membuat sebagian besar musik dalam album ini menggunakan gitar. Masih kental dengan warna stoner rock yang menjadi ciri khas nya saat masih tergabung dalam The Slave. Namun kali ini pemilihan nada dalam riff ciptaannya sarat dengan nuansa ‘ketimuran’ yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.
Tama bermain sangat lepas menghantam drum tanpa beban, yang menjadi salah satu unsur pembawa suasana dalam setiap lagu yang terdapat di dalam album ini. Irama lagu dibawa cepat dan pelan sesuai dengan interpretasi dirinya terhadap riff-riff gitar buatan Absar.
Walaupun memilih tidak bernyanyi dan sembunyi di balik suara distorsi gitar menggunakan bass, Rekti masih mencoba memberikan kontribusi yang berarti melalui lirik, pertama kali nya dalam bahasa Indonesia. Ia juga bertanggung jawab dalam proses mixing dengan bantuan Avedis Mutter (Rebuilt 40124 Studio).

Salah satu hal yang menonjol dalam album Tabiat adalah balutan suara Marshella Safira (Sarasvati). Seolah menjadi benang merah bagi keragaman gubahan musik yang ada, lagu yang berirama cepat seperti pada “Seruh” terdengar begitu merdu sekaligus menghentak. Sedangkan dalam lagu yang pelan dan kelam seperti “Ingkar”, suara Marshella dapat mengimbangi heavinessdari musik latar tanpa harus kehilangan keindahan suara nya yang lembut.

Tabiat menarik untuk disimak karena masing-masing personil menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka pernah lakukan dalam habitat nya (band asli mereka).

Rilisan ini akan tersedia dalam format CD dan Digital (iTunes, Spotify, Google Play, etc). Format kaset dibuat dalam jumlah yang terbatas dan hanya bisa didapatkan melalui bundling package (berisi CD, Kaos dan Kaset).

Salam Hangat,
Bhang Records

PRESS RELEASE DISCOSHIT




PRESS RELEASE

DISCOSHIT sebagai band merupakan perpaduan antara semangat dan sikap hardcore punk, keganasan maksimum thrash metal dan mentalitas yang lahir dari jalanan. Dibentuk pada tahun 2003, mereka memulai pencarian arah baik sebagai band maupun secara musikal. Saru yang paling signifikan adalah DISCOSHIT telah mengalami proses lima kali pergantian line-up personilnya. Diawali dengan sebuah demo yang dirilis pada tahun 2005 bergulir hingga album debutnya Teror Sriwijaya, Mental Serigala yang dirilis pada tahun 2012 lalu.

DISCOSHIT bisa dibilang salah satu band yang bertahan cukup lama di Palembang, dan langkah mereka belum terhenti dan di awal tahun 2017 ini mereka merilis album keduanya yang berjudul Aniaya walau dalam rentang yang cukup panjang sekitar 5 tahun jaraknya dari album pertama mereka. Sebuah proses yang harus mereka jalani karena pergantian personil dan dinamika kehidupan masing-masing personilnya. Karena dinamika itu pula albumAniaya pun proses pengerjaannya memakan waktu yang hampir setahun. Namun penantian tersebut sangat layak dengan arah musikal baru yang mereka kejar. Album keduanya itu berisi 10 lagu yang melebur dengan ganas pengaruh dari band teutonic thrash metal seperti Minotaur, Sodom dan Kreator dengan hardcore punk yang dipengaruhi band seperti Discharge dan Broken Bones.

Dengan ilustrasi dan tata letak album yang dikerjakan oleh Morrg (Rajasinga) dan foto grup yang mantap oleh Jimmy Budiman, album yang produksinya dikerjakan oleh dynamic duo, Farid Amriansyah dan Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) – duo yang mengerjakan antara lain album Gerram, ((AUMAN)), Trendy Reject- itu dirilis oleh Rimauman Music dan Raw Records dalam format CD. Sebuah album yang tanpa banyak basa-basi dan daripada tenggelam dalam eksplanasi adalah lebih baik dinikmati dengan setelan volume tertinggi.
Tabik!

Stream/download lagu “Tikam” dari album Aniaya


DISCOSHIT adalah
Yudi Setiawan – Gitar/Vokal
Romay Noor – Gitar
Amir Hamzah – Bass
Reza Fajrin – Drums

Contact:
Facebook: DISCOSHIT

Diskografi

Demo "DEMOPROMOSHIT" CD-R (2005)
"TAKE CONTROL" CD-R (Blackhawk Prod, 2007)
Split w/ DISLAYNOM (Prancis) CD-R (La topographie des erreurs, 2009)
Kompilasi "STAY TOGETHER VOL. 4" (Colonist Recs, 2009)
Kompilasi "YANG PENTING BERISIK" (Noiseblast Media, 2011)
Kompilasi "KONSPIRASI THRASH" (Metalblaster Recs, 2012)
Debut album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Eattheshit music, 2012)
Kaset tape album "TEROR SRIWIJAYA MENTAL SERIGALA" (Anarkopop Recs, 2015)
Sampler "NEKROPOLIS APOKALIPS" (2013)
Single "Tikam" (2016)
Album kedua "ANIAYA" ( Rimauman Music, Raw Records, 2017)


========================================

Artist: DISCOSHIT
Album Title: Aniaya
Format: Compact Disc
Label: Rimauman Music & Raw Records
Catalogue: RIMAUMAN-015/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Maret 2017
Genre: Thrash metal

Tracklist:
1. Balada Bulan dan Matahari
2. Aniaya
3. Tikam
4. Jabalan Distorsi
5. Humanisme Adalah Kanibalisme
6. Problematika Jalanan
7. Sriwijaya Thrash Militia!
8. Balada Bujang Pemberang
9. Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing
10. Nekropolis Apokalips

Lirik oleh Yudi Setiawan
Musik oleh Discoshit kecuali “Hear Nothing, See Nothing, Say Nothing” oleh Discharge
Vokal tamu di “Problematika Jalanan” oleh Arif Wibowo
Suara tawa di “Balada Bujang Pemberang” oleh Farid Amriansyah”
Vokal latar semua lagu oleh Farid Amriansyah kecuali “Nekropolis Apokalips” oleh Arif Wibowo dan Romay Noor
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam di Blacksheep Studio oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works)
Ilustrasi, logo, tata letak album oleh Morrg
Foto grup oleh Jimmy Budiman dan Hendri Febriani

SKALIE Band Press Release



PRESS RELEASE
Artist      : Skalie.
Album    : Abadalabid.
Rilis       : Februari 2017.
Label      : Paviliun Records dan Revival Records.


Skalie, band ska fenomenal dari timur Jakarta yang berdiri sejak tahun 1996 dan besar di komunitas underground era Harley Davidson dan Poster Café setelah melewati perjalanan dan proses yang cukup panjang dan berliku akhirnya akan merilis album kedua di awal tahun 2017.

Album kedua ini memakan rentang waktu 10 tahun setelah debut album perdana mereka “Skalie For Sale” ( Revival Records ) di tahun 2007 yang cukup sukses di lingkup komunitas ska independent Jakarta, cukup banyak kendala dan problema yang dihadapi dalam proses pengerjaan album ini berawal dari kepergian drummer skalie yang meninggalnya dikarenakan sakit, keyboardis dan gitaris yang harus pindah keluar kota dikarenakan pekerjaan yang namun pada akhirnya mereka kembali ke Jakarta dan kembali aktif bersama skalie, pergantian personil pada bass dan drum serta penambahan fomasi personil untuk mengisi trombone. Recording album ini sendiri memakan waktu 2 tahun.

Album yang diberi tajuk “Abadalabid” atau berarti “abadi” menurut bahasa Indonesia baku berisikan 12 lagu ska yang sangat variatif, memadukan musik ska dengan element music lain seperti bossas, rock, 80s pop dan new wave menjadi sebuah album transisi dari musikalitas skalie yang semakin mengalami pendewasaan eksplorasi sound dan progresi lagu yang berbeda dari album pertama namun tetap tidak keluar dari karakter dan benang merah music skalie. Secara konsep skalie mencoba keluar dari pakem traditional yang ada pada music ska dan pada kebanyakan band ska lainya dengan karakteristik vocal yang menjadi signature tersendiri dan lyric yang banyak menggunakan kata-kata yang diambil dari kamus bahasa Indonesia baku serta dikemas dengan lugas dan jenaka.

Perilisan album terbaru ini juga akan dibarengi dengan rilis film documenter “Drugs, Violence and Revival – 20 Years of Skalie” sebuah film documenter berdurasi hampir 1 jam yang menceritakan tentang perjalanan band skalie pada era awal yang dekat dengan drugs dan perkelahian hampir di setiap acara di era ini mereka mempunyai slogan “Skalie, Sex, Drugs and Rocksteady” sampai perjuangan skalie untuk kembali berkarya dengan image yang jauh lebih positif dengan meninggalkan drugs, alcohol beserta kroni-kroninya. Film dokumenter ini di garap oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


Single pertama dari album kedua ini berjudul “Alkohol”, lagu yang bercerita tentang seseorang yang memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol sebuah lagu yang di buat dan dedikasikan untuk skalie sendiri. Single Video klip Alkohol dirilis  pada tanggal 22 Januari 2017 di chanel Youtube Sinema Pinggiran. Video Klip Alkohol ini juga di produksi oleh Allan Soebakir dan Sinema Pinggiran.


For more information :
Tubagus Boris Herlambang
Mobile : ( 0898 904 9503 )




AKSATA Press Release

AKSATA
Aksata, dalam bahasa Sansekerta memiliki makna berputar dan tidak terputus. Sebuah kata yang dimaknai sebagai energi kreatif yang terus mengalir dan dijadikan nama oleh bandindie rock/post-rock, AKSATAyang terbentuk di kota Palembang pada pertengahan 2015 lalu.Dengan personil Alif (gitar/vokal), Enggar (gitar), Agung (keyboard/synthesizer), Ella (bass) dan Eras (drums). Pengalaman musikal personilnya perlu dicatat juga terlibat di band seperti Elfroux16, Vent, The Night Safari, Laurel and Gooseberries, Chamber of Sriwijaya dan juga Lucille di Palembang, hingga cukup terasah matang.
Sempat membuka band nasional seperti Barasuara dan Mocca di Palembang, dan aktif menorehkan eksistensinya di kancah musik lokal Palembang, pada bulan Januari 2017 ini,sebagai pembuka tahun baru AKSATA melepas tiga karya musikalnya dalam format audio visualLangkah yang diambil sebagai awalan untuk rencana utamanya yaitu merilis albumnya. Sebuah proses yang tidak mudah karena masing-masing personil harus menyesuaikan referensi masing-masing untuk merangkum benang merah musik dari AKSATA.
Ketiga lagu yang dilepas dalam bentuk live session video itu dibuka dengan “Strain” dengan melodi repetitif pada bagian awal yang merefleksikan kehidupan yang terkadang monoton. Dengan ritme yang perlahan membangun nuansa dalam spektrum kebahagiaan dan kegusaran yang mewarnai kehidupan, bahkan penyesalan. Selanjutnya adalah Lullaby” yangaransemennya dirangkai sesuai dengan judulnya yang bertujuan untuk menjadi lagu pengantar tidur hingga mata terpejam. Dan, terakhir Bitch in Uniform yang merupakan satu-satunya laguyang menggunakan vokal dan lirik dalam komposisinya. Lagu yang personal itu meluapkan buncah gelisah asmara yang terabai dan terkhianati.
Sesuai dengan niatnya, semoga 3 live session video yang dipublikasikan tersebut bisa menjadi awalan pembuka yang baik sebagai perkenalan untuk membuka apresiasi terhadapAKSATA dan membuka langkah lanjutan untuk album debut yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Bitch In Uniform” https://youtu.be/s7UpnPA1XUY

Simak tiga live session video dari AKSATA di:

AKSATA contact:
instagram: aksata.official
youtubu: aksata.official

Rimauman Music

Videos: https://www.youtube.com/watch?v=LyF2pUiepI0&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=zP3Re0nyY8w&authuser=0 
https://www.youtube.com/watch?v=s7UpnPA1XUY&authuser=0 


Thursdayriot Akan Merilis Album Berjudul “WARCRY”




Thursdayriot Akan Merilis Album Berjudul “WARCRY”
Mereka menjanjikan konsep musik yang sederhana namun tetap kental distorsi.
Sempat vakum selama 2 tahun, Thursdayriot akhirnya akan merilis album perdananya di awal tahun 2017 ini. Album berjudul “WARCRY” ini banyak menceritakan tentang keresahan dan kritik terhadap sosial. Kata war itu sendiri bukan lah perang dalam artian gencatan senjata, melainkan lebih ke peperangan pikiran di mana di dalamnya terdapat penggiringan opini menuju satu arah yang menyebabkan terjadinya pembantaian pikiran secara masal.
Dalam album ini, Thursdayriot akan menyuguhkan aransemen musik yang sederhana namun dewasa. Mereka percaya bahwa yang terpenting dari musik adalah aransemen yang pas, tidak kurang tapi juga tidak berlebihan. Album ini diharapkan dapat menjadi gebrakan di kancah musik tanah air dan dunia.
Band metal asal Bandung ini terbentuk 9 tahun yang lalu dan sudah mengalami beberapa kali perombakan personil. Formasi terbaru Thursdayriot kini diisi oleh Iki (vocalist), Albert (guitarist), Iman (guitarist), Yoga (bassist), dan Iqbal (drummer).



[PRESS RELEASE] A Tribute To Motorhead v/a - Palembang Motorheadbangers





PRESS RELEASE

MOTÖRHEAD adalah salah satu band heavy metal yang paling influensial di atas jagat raya. Pengaruh eksistensi dan musiknya menyebar luas, dan merasuk ke dalam nadi beragam spektrum musik rock hingga metal ekstrim. Tak termakan zaman dan melintas generasi, MOTÖRHEAD adalah amalgamasi dari attitude, estetika dan way of lifeyang nyata dari rock’n’roll, they’re the real deal!

Namun rasa hormat berubah menjadi duka dengan mangkatnya garda depan dan ikon dari MOTÖRHEADLemmy Kilmister, pada 28 Desember 2015. Momen yang membuat Motörheadbangers sedunia berkabung menunduk kepala. Dan, sebagai usaha mengubah duka yang mendalam menjadi apresiasi penghormatan kepada Lemmy Kilmister dan MOTÖRHEAD, maka Palembang Motörheadbangers berinisiatif untuk mengerjakan sebuah album kompilasi yang berjudul ATRIBUTE TO MOTÖRHEADProyek yang dengan gotong royong dikerjakan secara kolektif tanpa bertujuan mencari keuntungan – karena yang ada malah buntung - oleh lima band lokal Palembang.KRANKINFERNOSHEKILLTRENDY REJECT dan DISCOSHIT masing-masing menggubah ulang dua lagu MOTÖRHEAD untuk dimasukkan dalam album kompilasi tersebut. Sebuah upaya yang juga dibantu dan didukung oleh Kill!, Raw Rock Art Wear, Rimauman Music, Illegal Records, Soundrusak, Destroyer, Two Fingers In The Air, Creature Inside, Rocker Serabutan dan Groovies Studio.

Album kompilasi ATRIBUTE TO MOTÖRHEAD pun tidak tersedia bebas karena hanya dibuat terbatas 50 kopi dalam format kaset pita, dan hanya bisa didapatkan dari lima band lokal Palembang Motörheadbangers yang terlibat.

One final bow for the real king of rock ‘n’ roll, Lemmy Kilmister, and a homage for The Almighty MOTÖRHEAD

They’re MOTÖRHEAD, and they play rock ‘n’ roll!



========================================

Artist: Various Artists
Album Title: A TRIBUTE TO MOTÖRHEAD
Format: Cassette tapes C-60
Label: Palembang Motörheadbangers Collective
Country: Palembang, South Sumatra, Indonesia
Release Date: 16 December 2016
Genre: Multi genres

Tracklist:
1. KRANK – Ace of Spades (Ace of Spades, Bronze 1980)
2. KRANK – Rock Out (Motorizer, Bronze 2008)
3. INFERNO – Smiling Like A Killer (Inferno, Steamhammer, 2004)
4. INFERNO – Life’s A Bitch (Inferno, Steamhammer 2004)
5. SHEKILL – Terminal Show (Inferno, Steamhammer 2004)
6. SHEKILL – Burner (Bastards, ZYX Music 1993)
7. TRENDY REJECT – Sucker (Kiss of Death, Steamhammer 2006)
8. TRENDY REJECT – Iron Fist (Iron Fist, Bronze 1982)
9. DISCOSHIT – Fight (Inferno, Steamhammer 2004)
10. DISCOSHIT – Overkill (Overkill, Bronze 1979)

Produced collectively by all the bands
And also the support from Kill!, Raw Rock Art Wear, Rimauman Music, Illegal Records, Soundrusak, Destroyer, Two Fingers In The Air, Creature Inside, Rocker Serabutan & Groovies Studio

All music & lyrics written, and exclusively owned by MOTÖRHEAD
Originally released by MOTÖRHEAD and it’s respective labels
Recorded at Groovies Studio by Erastus Kesuma
Cover sleeves design and layout by Jim Rock
Snaggletooth logo and MOTÖRHEAD logo exclusively owned by MOTÖRHEAD