press release dari video musik terbaru dari SUMAR yang berjudul “Ghost”,



YouTube: https://youtu.be/25h-0K2eSRc

Setelah beberapa waktu lalu merilis video musik dari single perdana dan kedua mereka yaitu “No More TV Casualty” dan “Get Out”, SUMAR kembali lagi merilis video musik dan kali ini untuk single ketiga mereka, “Ghost”.

Untuk pengerjaan pengambilan gambar video musik ini sendiri dilakukan di luar dan di dalam ruangan. Untuk gambar di luar ruangan diambil di beberapa titik di kota Palembang dan untuk gambar di dalam ruangan diambil di Black Sheep Studio. Semua pengambilan gambar dilakukan oleh Chris Erison dan M. Alvin Rinaldo yang kemudian diedit oleh Chris Erison.

“Ghost” direkam di Black Sheep Studio bersama Panji Mustaqiem dan di-mixing dan mastering juga oleh Panji Mustaqiem. 

“Ghost“ merupakan single ketiga dari SUMAR dari album “On Fire” yang direncanakan akan dirilis di tanggal 7 Desember tahun ini.

Tonton video musik “Ghost” dari SUMAR melalui tautan di bawah ini:




"On Fire" akan dirilis pada 7 Desember 2018 melalui Youth Generator Records dengan kode produksi YGR - 004.

Tonton video musik terbaru SUMAR, "Ghost" di kanal YouTube SUMAR Plg, dan silahkan berlangganan agar tidak terlewat video terbaru mereka selanjutnya!

=================================

Simak musik video untuk "No More TV Casualty" dari SUMAR melalui tautan di bawah ini:


=================================

Simak musik video untuk “Get Out“ dari SUMAR melalui tautan di bawah ini:


=================================

Simak single-single dan EP “Here We Go!” SUMAR melalui tautan di bawah ini:


==================================

Connect with SUMAR:


Contact Person  : 081367443288 (Maria)

===================================

Follow Youth Generator on social media: 

PRESS RELEASE : COLONY MUSUH




PRESS RELEASE 
Tahun lalu unit hardcore punk asal Banda Aceh, COLONY MUSUH merilis album dan melaksanakan tour pertamanya  ‘Mencoba Tour Sumatra 2017’ (2017, Arakatee Records). Dan di akhir tahun 2018 ini COLONY MUSUH meluncurkan video clip pertamanya yaitu "Su Uteun" atau dalam bahasa indonesia "suara hutan" . berbicara dengan isu Ekosistem hutan dari band yang menerapkan etos DIY dalam geraknya sebagai band itu menyoroti fenomena kerusakan dan kerusakan serta kekacauan hutan akhir-akhir ini.
Lagu itu sendiri adalah bagian dari album pertama COLONY MUSUH yang berjudul ‘Mencoba Split’  yang telah dirilis pada bulan april 2017 lalu oleh Arakatee Records.

Stream/download Video clip "Su Uteuen" di:   

Stream/download Album pertama COLONY MUSUH “Mencoba Split” di:

COLONY MUSUH adalah:
Syafri Cello – Vocals
Candra The Big man  Vocals
xhilmanx – Bass
Dana Gembroth – Guitars
Alan Kiteng – Drums

PRESS RELEASE: 'RISSAU' (BATAM)




PRESS RELEASE

'RISSAU' adalah sebuah kolektif musik dari Batam, Kepulauan Riau. Berangkat dengan format grup, kami memainkan Shoegaze/Dream-pop/Post-rock. Album pertama telah kami rilis secara mandiri tahun 2018 lalu dan dicetak dalam format kaset pita, cakram padat serta digital. 12 lagu didalamnya bercerita tentang kecemasan, kegelisahan dan konflik dari berbagai polemik keseharian manusia. Lirik dan puisinya adalah kisah dari orang-orang sekitar yang kami jumpai. Kesemua itu kami kemas dalam sebuah album penuh yang diberi tajuk : Ruang Temu.

Membuka tahun 2019 ini kami melepas single dan video musik terbaru. Bercerita tentang kegelisah seseorang atas rasa takutnya terhadap dunia luar yang penuh tuntutan untuk menjadi apa yang orang lain inginkan. Lagu ini untuk mereka yang hari demi harinya memainkan peran dan kepalsuan yang terus berulang-ulang. Dikerjakan kolektif dengan teman-teman pegiat musik, seni peran/teater dan sineas lokal kami bersama mengemas karya Musik dan Visual ini. Seluruh hasil kerja ini kami namai :

"AKULAH SISA-SISA YANG MERAYAKAN KEHANCURAN"

Maka, tepat pada 19 Januari 2019 karya tersebut secara resmi kami lepas ke publik melalui platform YouTube.

Berikut adalah link streaming-nya : 

Kami lampirkan pula Video cuplikan sebagai bahan kawan-kawan untuk perluas-sebaran kabar berita ini di medianya masing-masing jika memang diperlukan.

RISSAU adalah :
• Gogo - Gitar
• Rizky - Gitar & Vokal
• Hasroy - Bass & Vokal
• Rahmat - Drum

YouTube: https://youtu.be/5Bmy18OAEAc 

Taruk Merekam Kalian Semua Lewat EP Perdana, Sumpal







Taruk Merekam Kalian Semua Lewat EP Perdana, Sumpal
Sebundel paket mini siap ledak dengan empat peluru bertenaga.
Setelah melepas satu buah single nan panas berjudul “Berapi-api”, 17 November 2018 silam, grup musik Taruk tebus janji dengan merilis EP perdana yang memayungi lagu tersebut dengan tajuk Sumpal. Mini album ini hadir terhitung Selasa, 19 Februari 2019 lewat platform musik digital seperti Bandcamp, Spotify dan lain sebagainya.
EP Sumpal menawarkan empat nomor yang bercerita tentang fase kehidupan seorang petarung di dunia paralel. Deretan lagu ini bersifat tematik dengan alur yang saling berkaitan.
“Kami yakin bisa melawan rutinitas, bersenang-senang sepuasnya hingga tepar, bahkan menyuluhkan ode penghormatan bagi pahlawan tanpa getir. Kami persembahkan Sumpal untuk kalian yang selalu menganggap enteng,” ujar Vokalis Karel.
Mulai dari trek pertama, di mana sang petarung mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali, lalu membalaskan dendam dan segala urusan yang belum terselesaikan. Sampai pada fase kedua, saat dirinya mengobarkan semangat berapi-api untuk membalikkan keadaan.
Memasuki fase ketiga, sang petarung telah menjadi raja di atas segala kesenangan dan penderitaan. Penuh waktunya dihabiskan untuk berpesta, menggila dan ditutup oleh kegelapan yang sunyi dan cengkraman kesepian. Pada tahap itu, pilihan terbaik adalah “memuja”.
Tiba di tahap terakhir, saat dia merasa tersesat dan butuh pegangan hidup. Satu-satunya jalan paling logis dan tepat adalah memuja kegelapan—berdiri di tengah kobaran api hitam nan pedih. Kisah ini bersifat fiksi dan menjadi sebuah analogi...
Lantas, siapakah sang petarung tersebut?
Ya, dia adalah kita. Bisa kamu, mereka, dan siapapun yang merasa. Taruk merekam kalian semua lewat EP Sumpal yang siap menebas, menggertak dan menghantamkan kening pada pijakan besi penuh kaki-kaki para penggila distorsi kematian.
“Kami membuat EP ini untuk mewakili orang-orang yang merasa dirinya tertindas oleh rutinitas sehari-hari. Cocok pula bagi para bejat, penjahat dan lain-lain yang mulutnya pantas disumpal sebelum berbicara panjang lebar dengan penuh omong kosong,” tutur Drummer Matin.
Taruk turut mengundang sosok spesial yakni Doddy Hamson, vokalis Komunal untuk berkolaborasi pada salah satu lagu berjudul 218. Aroma kengerian semakin terasa dengan kehadiran Master of Reality yang khusus kami datangkan dari Hitam Semesta ini.
Kencangkan sabuk pengaman, sambutlah Sumpal dengan kepalan tangan mengacung di atas. Taruk sampai lebam! 
Tengan Proses Kreatif di Balik EP Sumpal
EP Sumpal dikerjakan pada pertengahan 2018 silam di Teargas Lab, Bandung dengan sentuhan—mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering—Irsyad Ali. Proses kreatif berlangsung sejak awal tahun kemarin.
Sementara desain sampul adalah buah karya Gama Dwisetya, seorang desainer asal Tangerang. Nama yang sudah tak asing di telinga kita, mengingat dia adalah pemenang kontes poster untuk Thursday Noise Vol. 4 pada tahun 2017 lalu.
Taruk adalah Karel (vokal), Bobby Agung Prasetyo (gitar) dan Matin Mahran (drum). Kami mengusung musik hardcore-punk dengan nuansa horor, mencekam, lewat inspirasi seperti Torso, DS-13, dan Dead Kennedys.
Tak berhenti sampai di sini, kami bakal lanjut untuk merekam beberapa karya lainnya seperti rilisan fisik dan album pertama. Setelah sukses mengobarkan semangat “Berapi-api”, kini saatnya Taruk membungkam kalian semua lewat EP Sumpal.
Cukup diam, dengarkan, dan inilah waktu yang tepat untuk meledak!
Oleh: Bobby Agung Prasetyo
=========================================================
Tautan EP: 
Bandcamp: https://taruklebam.bandcamp.com/album/sumpal
Spotify: https://open.spotify.com/album/4XE66J7nHn4CYb8uP57sO7

*Kunjungi media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya di @taruklebam. Hubungi +6285295539196 (Tiar Renas Yutriana) untuk segala bentuk kerja sama.