Rubah Itu Liar













Rubah Itu Liar
“Rubah itu hewan liar, sebangsa serumpun anjing, perubahan itu liar biasanya pun digunjing.” penggalan lirik di single terbaru dari Fithor Faris ini menjadi kontemplasi yang
seolah menjadi momok bagi setiap pelaku perubahan, sekecil apapun itu, perubahan bagi diri sendiri, teman, keluarga, lingkungan terdekat sampai yang terjauh. Teruslah berjalan karena kamu berada di jalur yang benar. Setiap perubahan pasti akan selalu menghadapi ketidak setujuan, karena dominasi “normal” yang terus diagung-agungkan dan menggerogoti akal sehat.
Lagu ini diciptakan sepotong demi sepotong selama kurang lebih satu tahun, melodik piano intens yang saling berlawanan arah ini sudah turun lebih dulu, nada-nadanya seperti panik, restless, menengok ke kanan dan ke kiri, memastikan tak ada yang membahayakan. Namun vokalnya tak terpengaruh nada panik itu, Fithor Faris tampak tenang dalam menghadapi suasana itu, ia bernyanyi dengan gumam yang mungkin hanya mampu ia dengar sendiri dan berusaha untuk bisa keluar dari tegang itu. Terus bercerita tentang kehidupan yang setiap orang pasti memiliki sudutnya sendiri, sampai akhirnya di ujung lagu ia berkelakar“Norma hanya kedok semata, untuk mengenyangkan manusia.” Adalah sebuah keputusan seorang manusia, yang punya pikiran, mampu bernalar tentang siapa, di mana, kenapa dan apa kita? Keputusan itu ada di tangan masing-masing manusia.
Rubah itu liar adalah single kedua, setelah sebelumnya mengeluarkan “I Am a Clown” beserta video klip yang digarap oleh Kedutaan Besar Bekasi. Album live sessionnya juga di riles sebelumnya, berisi 5 lagu yang direkam live di Kita Anak Negeri.

LIRIK - RUBAH ITU LIAR
Kita berteman, teman jalan
Berjalan dengan api cinta
Perasaan selalu duluan
Penyesalan datang sesaat kemudian 

Halangan di setiap trotoar
Jatuh bangun itu biasa
Hidup rumit tanpa beri kabar
Masa depan ada di gerakmu sendiri

Kadang orang merasa paling
Padahal biasa-biasa saja
Yang dibicarakan seputar perut
Tapi cakapnya lebar dan terus melambung

Hidup ini butuh perintis
Bukan panggung orang meringis
Menertawa hidup dengan bengis
Nyatanya tiap malamnya masih menangis

Rubah itu hewan liar
Sebangsa serumpun anjing
Perubahan itu liar
Biasanya pun digunjing

Ada saja panjat sosial
Demi diakui frekuensi
Untuk gelombang percaya diri
Padahal bingung sendiri dengan ambisi

Kau disenangi banyak orang
Karena serupa tampilan
Belum tentu hasratmu di sana
Hanya karena tak yakin diri sendiri

Rubah itu hewan liar
Sebangsa serumpun anjing
Perubahan itu liar
Biasanya pun digunjing

Norma hanya kedok semata
Untuk mengenyangkan manusia
Yakinkah hasratmu berbicara?
Fakta tak pernah benar, benar-benar benar

Musik diproduseri oleh Nur Fitrah Hidayat
Direkam oleh Nur Fitrah Hidayat di Lokale Satin Studio Piano, musik, lagu oleh Fithor Faris
Suara latar oleh Fithor Faris & Nur Fitrah Hidayat
Mixing & mastering oleh Nur Fitrah Hidayat
Didistribusikan oleh Kedubes Records
Video Lirik oleh Fithor Faris & Orgvn Adhi Nugroho

YouTube: https://youtu.be/YoKJRU8R0Ys