metal.music.underground music.

ADS HERE

TEROR DARI BELANTARA 2014

MUNICIPAL WASTE LIVE in JKT 2014

JAKARTA CORE 2014

JAKARTA CORE 2014

Pre Show Party METALLICA 2013 with Blackrock and AIFA

Pre Show Party METALLICA 2013 with Blackrock and AIFA

JAKARTA ROCKULTURE 2015

JAKARTA ROCKULTURE 2015

JAKARTA ROCKULTURE 2017

JAKARTA ROCKULTURE 2017

WELCOME to UNDERGROUNDSYNC.COM

PRESS RELEASE_RISSAU -SUBDUE (2020)




PRESS RELEASE

Perkenalkan kami RISSAU, sebuah kolektif musik yang memainkan Shoegaze/Dream Pop/Post-rock dari Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya pada 2018 kami melepas album penuh yang diberi tajuk "Ruang Temu" berisi 12 lagu yang mengusung tema keresahan dan konflik sosial dalam tiap liriknya. Selepas itu kami melakukan tur promo "Ruang Temu" ke beberapa kota seperti: Singapura (SG), Johor Bahru (MY), Batu Pahat (MY), Melaka (MY), Kuala Lumpur (MY), Pekanbaru (ID), Payakumbuh (ID), Bukit Tinggi (ID), Padang (ID) dan Tanjung Pinang (ID) kesemuanya dilakukan sepanjang tahun 2019. Sebelumnya pula kami telah melepas single diawal tahun 2019 (19/02/2019) dikemas dalam format film pendek yang berkolaborasi dengan sineas lokal untuk mengemas sebuah karya yang diberi tajuk: Akulah Sisa-sisa yang merayakan kehancuran.

Pada tanggal 31 Juli 2020 kami telah melepas single terbaru yang diberi tajuk "Subdue"
Liriknya membawa polemik seseorang yang setiap waktunya dikekang oleh pikiran-pikiran sadarnya tentang kehilangan, kekecewaan dan ketakutanMengusung nuansa dan warna musik yang masih sama seperti pada album pertama kami yaitu "Ruang Temu" (2018). "Subdue" dilepas dalam format digital yang dapat ditemui pada platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer dan lainnya. Lain itu kami lepas pula dalam format audio-visual di Kanal YouTube kami.

Barangkali itulah beberapa hal yang bisa kami sampaikan, atas perhatian teman-teman sekalian kami ucapkan banyak terima kasih!

====

RISSAU adalah:
  1. Gogo Bintan Prayogo - Gitar
  2. Rizky Andrimas - Gitar - Vokal
  3. Hasroy - Bass - Vokal
  4. Yoy Marsh - Drum

Diskografi:
  1. Ruang Temu (Album, 2018)
  2. Akulah Sisa-sisa Yang Merayakan Kehancuran (Single, 2019)
  3. Subdue (Single, 2020)

Tautan digital release Subdue:
  1. Subdue pada platform musik digital
  2. Visual audio Subdue pada kanal YouTube

Media Sosial

 



Share:

BANDEMPO s/t 20th Anniversary Remastered

 



Setelah 20 Tahun, Kini Album Bandempo Dirilis Secara Digital

 

Pada pertengahan 1990an Institut Kesenian Jakarta (IKJ), melalui acara-acara musik kampusnya, melahirkan band-band baru dengan karakter musik yang eklektik bersama gelombang "alternative/indie rock" yang semakin digemari banyak anak muda saat itu. Rumahsakit dan Naif  adalah dua contoh band asal IKJ yang kemudian dikenal oleh publik yang lebih luas lagi, bahkan berskala Nasional.

 

Para personil Bandempo: Anggun Priambodo (vocal), Matheus Bondan (gitar), Jimmy (gitar), Wenceslaus de Rozari (bass), dan Ade Wahyu Pratama (drum) adalah mahasiswa IKJ angkatan 1996, yang menyaksikan penampilan Naif di panggung orientasi mahasiswa baru. Pengalaman yang membuat mereka terperangah dan terinspiriasi untuk membuat racikan musik mereka sendiri.

 

Bandempo meleburkan beragam pengaruh musik, bagaimana pop Indonesia era 1970an seperti Koes Plus dan Tetty Kady bercampur dengan indie rock, dan mengambil nama seorang pelawak Srimulat untuk nama band mereka.

 

Musik Bandempo menjadi anomali dari berbagai sub genre rock yang merebak di Indonesia pada 1990an— tidak mudah untuk dikategorikan dan dipadankan—namun digemari oleh mereka yang merayakan ekspresi pop yang "baru". Sesuatu di antara picisan dan maju.

 

Pada Juni 2000, Bandempo merilis albumnya dalam format kaset dengan kemasan yang menyerupai mainan robot-robotan. Tiga tahun kemudian album Bandempo dirilis dalam format CD yang memiliki tiga varian sampul album, masing-masing berupa foto Polaroid lima orang berdiri berjejer di mana tak seorang pun dari kelima orang tersebut personil Bandempo. Pada 2016, album Bandempo kembali dirilis ulang, kali ini dalam format piringan hitam; menghadirkan pelawak Tesi dari Srimulat sebagai sampul albumnya.

 

Kini, setelah 20 tahun dari pertama kali dirilis, album self-titled Bandempo di-remaster oleh Levi dari the Fly untuk dirilis di berbagai digital platform: iTunes, Spotify, Joox, Deezer, Tiktok, Langit Musik, Shazam, iheartradio, Amazon mp3, dan Apple Music.

 

Dirilis secara digital mulai Jumat, 14 Agustus 2020, kita pun akan jauh lebih mudah untuk mendengarkan debut album Bandempo, sebuah album "asing" yang pada masa pertama beredarnya hanya dicetak 150 kaset saja.

 

Selamat mendengarkan Bandempo. Siaran pers ini bukan propaganda.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Bandempo di:

+62 812-8104-732

bandempoisdead@gmail.com

IG: @bandempoisyou

Fb: @BandempoIsYou

 


Share:

GRAUSIG PRESS RELEASE: Video Musik: "Thy of The Damned"






https://youtu.be/4yaf1J413eM 

 





Share:

[PRESS RELEASE] Soft Launching Catto Records




Kehadiran Catto Records di Tengah Terpuruknya

Skena Musik Indie Tanah Air

“Yang besar akan menjadi semakin besar, yang kecil akan tetap menjadi kecil.” Itulah
kalimat sempurna yang dapat menggambark an situasi belantika musik tanah air dewasa ini.
Bagaimana tidak, penggiat musik yang baru memulai karirnya sulit mendapatkan panggung
untuk bersinar. Kesempatan untuk muncul ke permukaan pun dirasa sangatlah sulit
mengingat permukaannya itu sendiri sudah dipenuhi oleh mereka yang namanya sudah
tidak asing bagi khalayak banyak. Pada titik ini, beberapa penikmat musik mungkin jenuh
merasakan ritme yang sama setiap waktunya dengan susunan senandung yang identik.
Mereka butuh hal baru.
Menjawab kebutuhan tersebut, sepertinya sudah bukan rahasia umum bahwasannya teman-
teman yang ada di industri musik tidak ingin mengambil resiko untuk mengorbitkan mereka
yang belum jelas pasarnya. Lalu, kapan yang kecil bisa tumbuh dan memiliki kesempatan
yang sudah dirasakan oleh yang besar?
Catto Records adalah label rekaman independen dengan misi menyebarkan musik ke
seluruh dunia sesuai dengan tagline nya Spreading Music for Goodness , kehadiranya
menjawab kebutuhan artis independen Indonesia untuk menyebarluaskan karya-karya nya
keseluruh dunia melalui berbagai digital platform. Tentunya kami membutuhkan segala
dukungan dari semua artist independen Indonesia untuk terus tumbuh ke depan agar dapat
memajukan industri musik Indonesia ke arah yang lebih dan melahirkan musisi hebat di
masa depan.
Catto Records akan membantu para musisi untuk mendistribusikan karyanya secara cuma-
cuma! Dengan ketentuan yang sangat mudah, band atau musisi dapat memperdengarkan
bahkan menjual karya-karyanya dalam bentuk fisik maupun digital di berbagai media yang
saat ini digandrungi khalayak, memberikannya peluang untuk dikenal lebih banyak orang
dari berbagai belahan dunia. Selain membantu dalam hal distribusi karya, Catto Records
juga dapat menjadi sarana diskusi untuk menentukan arah dan memfokuskan
pengembangan karir dari musisi atau grup musik itu sendiri. Di samping itu, Catto Records
seperti label independent lainnya, bersifat tidak mengikat. Karena kamu memiliki hak
sepenuhnya untuk memilih jalur mana yang akan kamu tempuh dalam mengarungi
perjalanan karir bermusik kamu.

So, jangan jadikan tenaga dan buah pikiran kalian terbuang sia-sia, tuai hasil dari semua itu!
Kirimkan demo lagu kalian ke www.cattorecords.com Untuk informasi lebih lebih lanjut, bisa
hubungi representatif kami di: otherside@cattorecords.com
Share:

PURPLA: [Press Release] Merayakan Kembalinya Sepakbola, Purpla Merilis "Ayolah...!" Sebagai Anthem Baru Pencinta Bola




Purpla adalah band beraliran Alternative Rock/Pop yang berbasis di Jakarta dengan beranggotakan Danar Astohari (vokal), Dewandra Danishwara (gitar/keys), Bayu Malindo (bass) dan Dioma Asatsuku (drum).

Pada single terbarunya, Purpla mengeluarkan sisi sepakbola yang selalu mereka tampilkan pada band dari awal terbentuk. Bukan tanpa alasan Purpla merilis single bertemakan sepak bola, karena memang semua personil Purpla adalah pecinta sepakbola baik liga lokal maupun internasional, "Kita sebelum ngeband bareng emang udah kenal dari lama juga, dan dari dulu kalo ngobrolin tentang bola tanpa sadar bisa berjam-jam!" ujar Danar yang tak lain adalah seorang fans AC Milan.

Dioma selaku fans Juventus juga berkomentar "Kita se-band percaya sepak bola bukan cuma sebuah olahraga, Di dalam sepak bola ada aura magis tersendiri, sedih senang di titik tertinggi masing-masing dapat terjadi di sebuah match sepak bola. Football is Life!"

Dalam penulisan  lirik, "Ayolah…!" mencoba memberikan energi untuk tetap semangat dalam menghadapi tantangan. "Lekas berdiri, jangan biarkan dirimu tersungkur di tanah" adalah potongan lirik yang dapat diterapkan baik di lapangan sepakbola maupun kehidupan sehari-hari. Purpla berharap lewat single baru ini dapat menjadi 'anthem' baru bagi para penggemar sepakbola Indonesia. Dengan lirik yang bercerita tentang perjuangan menghadapi tantangan di dalam lapangan, lagu ini memang ditujukan bagi seluruh penggemar sepakbola nasional maupun internasional. Purpla saat ini juga sedang dalam tahap penulisan untuk debut album.

Di dalam email ini, kami lampirkan pula rilis pers, foto dan artwork tentang single “Ayolah...!” milik Purpla. 

Link Lagu "Ayolah...!":
Spotify:

Apple Music:

Resso:

JOOX:




Share:

SIARAN PERS Sic Mynded “Jelaga 2020” Sebuah album catatan perjalanan bermusik selama dua dekade






Kiri ke kanan: Marcell Siahaan (drums), Oddie Octaviadi (vocals), Rudi Soedjarwo (synths)
Kiri ke kanan: Aldi Pagaruyung (bass), Gatot Alindo (guitars), Adra Karim (synths)




SIARAN PERS:
Sic Mynded “Jelaga 2020”
Sebuah album catatan perjalanan bermusik selama dua dekade
Jakarta, 2 Juli 2020 - Hari ini, band industrial asal Jakarta Sic Mynded, resmi meluncurkan album terbaru mereka yaitu “Jelaga 2020” dengan format digital bagi para penikmat musik tanah air. Album yang berisikan 13 lagu beraliran elektronik rock ini, akan membawa pendengar ke perjalanan panjang Sic Mynded sebagai sebuah band dengan segala perubahan di dalamnya yang membuat musik mereka matang dan memiliki ciri khas tersendiri. Album ini sudah tersedia di semua layanan music streaming dan toko musik digital. Album ini menjagokan single “Jelaga 2020”, “Triggerdance”, “Save Your Kiss” dan juga “Peace Within”, yang sudah sempat diluncurkan sebagai single terpisah di penghujung Februari 2020 lalu.

Dengan hadirnya album “Jelaga 2020” ini artinya sudah ada 4 buah album dan 5 buah single dirilis sejak dari awal band ini didirikan oleh Oddie Octaviadi dan Rudi Soedjarwo di kota San Diego, Amerika Serikat. Band yang pertama kali meluncurkan album di tahun 1995 di Amerika Serikat ini sempat mengalami hiatus disebabkan kesibukan Rudi sebagai seorang sutradara dan Oddie dengan pekerjaannya di bidang digital dan komunikasi. Namun Rudi dan Oddie kembali bergabung dan aktif bermusik kembali sejak di akhir 2018 di mana single berjudul “Peace Within” digarap. Di tahun 2019 pun Sic Mynded mendapatkan anggota-anggota baru yaitu Marcell Siahaan, Gatot Alindo, Aldi Pagaruyung dan Adra Karim yang masing-masing datang membawa keunikan gaya bermusik mereka.
“Kami di tahun 1999 pernah meluncurkan album berjudul ‘Jelaga’ dan sempat mendapatkan nominasi AMI Awards di tahun yang sama. Di tahun 2020 ini, kami mengambil kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya-karya lama yang lalu kami rekam atau di-master ulang sembari melepas beberapa lagu-lagu baru. Ke 13 lagu di album “Jelaga 2020” ini secara mayoritas ditulis oleh saya dan Rudi, sementara proses aransemen dan rekam ulang beberapa lagu lama diproduseri oleh Marcell Siahaan,” ujar Oddie, sang vokalis.
“Lagu lagu Sic Mynded di album baru ini mewakili perjalanan hidup saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, album ini menggambarkan perjuangan dan seni dalam menghadapi berbagai tantangan hidup terlepas apakah saya sudah berhasil mencapai hal itu atau belum,” ujar Rudi, sang co-founder.
“Album Jelaga 2020 adalah pencapaian dari suatu perjalanan spiritual memaknai hidup apa adanya, tanpa harus selalu terlihat dalam 'bungkus' dan 'kosmetika' positif dan relijius. Tidak harus berandai-andai, tidak harus bermanis-manis. Menuju bijak, seringkali perjalanannya tidak terlihat bijak, dan itu realita yang apa adanya,” tambah Marcell.
Selain merilis album “Jelaga 2020” dalam bentuk digital, Sic Mynded pun berencana akan melepas bentuk fisiknya di akhir bulan Juli. Rilisan fisik ini nantinya akan memuat beberapa lagu tambahan yang tidak dirilis secara digital.

Temukan album “Jelaga 2020” di layanan streaming seperti Spotify, Langit Musik, Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan lain-lainnya.
***
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sic Mynded dapat menghubungi
Titaz Utami 08129582441 |
sicmynded2020@gmail.com
Instagram @sicmynded | Facebook Page Sic Mynded | YouTube: Sic Mynded
Share:

STREAMS

RelapseRecords

The official Relapse Records SoundCloud page. Home of the finest current and alumni roster in extreme metal including artists such as OBITUARY, MASTODON, BARONESS, DYING FETUS, THE DILLINGER ESCAPE PLAN, RED FANG, OBSCURA, NOTHING, SUFFOCATION, NILE, AMORPHIS, DEATH, THE ALBUM LEAF, NECROPHAGIST and many more!

Hell Of Feeds

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia.

That's Not Metal

The official podcast of MetalSucks, Petar Spajic, Brandon Hahn and Jozalyn Sharp. One featured interview each week with a prominent metal musician, and discussion of the latest headlines in metal news. New episodes every Monday morning.

Discogs - Music Database and Marketplace

Discover music on Discogs, the largest online music database. Buy and sell music with collectors in the Marketplace.

RockWorld24.com

RockWorld24.com is on Mixcloud. Listen for free to their radio shows, DJ mix sets and Podcasts

SUPPORT YOUR LOCAL SCENES