Open submission for any extreme musick songs : undergroundsync.com part 2 digital Xompilation albumX

hey, ho, hi, hu, oi, uy,

man teman, friends, kawan, sadayana, kerabat, sobat, de el el

mari mari nyang punye lagu2 extreme musick songs bergenre CADAS, PEDAS, CERDAS boleh dikirim ke marih: undergroundsync@gmail.com , jgn lupa kasih tau ke kite nama bandnya apa, judul lagunye, plus satu foto personil, eh sama Logo bandnya... lagunya SATU aje ya, biar yg laen kebagian... buruan ye.. ditunggu ampe Oktober 2018....

Xelamat berkaryaX

admin Undergroundsync.com

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ENGLISH:

hey, ho, oi, hi, hello,

for our friends at any place in the world,

if you have a record of any kind of music genre that categorized as Extreme Music like Metal, Death, Punk, Crust, D-beat or else, and you want to contribute your song demo to UNDERGROUNDSYNC.com digital compilation that will be published in this Website.
We will wait your demo until October 2018, pls give your band photo, logo band, your band name.

please email your Best songs & others materials like band profile photo, band name & logo images to: undergroundsync@gmail.com

Notes: All materials will be published in this website: UNDERGROUNDSYNC.COM and Free to be listened here
All bands are only email their ONE best song ya, cause we're only pick ONE song from each bands

Respect,

Admin

SIARAN PERS:LOWRES LUNCURKAN VIDEO KLIP SEKALIGUS SINGLE KEDUA ‘OSE’








SIARAN PERS UNTUK DISIARKAN PER 4 JULI 2018

Salam hangat kepada rekan media dan pemerhati musik sekalian.
Bersamaan dengan email ini, perkenankan kami LOWRES mengabarkan peluncuran Video
Klip sekaligus single kedua kami yang berjudul "OSE". Lowres adalah band yang berenergi
Rock asal Kota Bandar Lampung, Lampung, yang lahir pada awal tahun 2017. Di bentuk oleh
Triga irvanda (vocal,guitar), Bobby Zoel (bass), Hafidz Naufal (guitar), dan Arif Suranto
(Drum). Dilandasi oleh rasa ingin bermain musik Rock bersama-sama dan kegelisahan
mereka mereka memutuskan untuk mencoba memulainya lalu terjun di dalamnya.

LOWRES LUNCURKAN VIDEO KLIP SEKALIGUS SINGLE
KEDUA ‘OSE’

Lowres band rock asal Bandar lampung yang terbentuk pada awal tahun 2017, merilis Video
Klip sekaligus single kedua mereka yang berjudul OSE. Dengan aransemen yang berbeda
dengan single pertama mereka yang berjudul Shammar, yang sebelumnya sudah dirilis pada
januari lalu melalui layanan Souncloud dan juga Youtube
Fast tempo, high, fuzz, dan muff yang kental cukup mendominasi di lagu ‘OSE’, berharap
bisa menjadi pembangkit atmosfer disetiap gigs yang mereka sambangi.
OSE mendeskripsikan tentang siklus hidup manusia yang mengidap gangguan jiwa dalam
dirinya. Terinspirasi dari literasi dan film yang menyuguhkan tentang konsep kekacauan
seseorang pengidap gangguan jiwa atau bahkan tentang pertentangan sudut pandang si
pengidap dengan realita yang ada. Dalam kepercayaan paganisme, OSE adalah nama dari
wujud setan yang ditugaskan ke bumi untuk mengacaukan pikiran manusia sehingga
manusia tersebut jiwanya menjadi hancur, terbengkalai, sia-sia, dan jauh dari realita
kehidupan yang normal. Lowres membawa jauh para pendengar dari realita kehidupan
normal serta membandingkan makna dan isi yang terkandung dari latar belakang single ose
ini.

Dalam pembuatan Video Klip di single OSE, lowres berkolektif ria bersama creative group
asal Kota Bandar Lampung, Lampung yaitu Manasuka Films. Dari proses bertukar pikiran
mereka, tersusunlah rencana untuk membuat karya bersama-sama dan kemudian
terealisasikan didalam Video Klip OSE ini.
Video Klip sekaligus Single kedua mereka ini dirilis melalui youtube channel resmi Manasuka
Films, pada 4 Juli 2018. [bit.ly/Lowres-Ose]
Mereka berharap Video Klip dari lagu OSE ini dapat lebih mendukung dalam visualisasi yang
disampaikan dalam single ini serta menciptakan energy positif bagi para penggiat kreatif,
baik di bidang music, videography, dan bidang-bidang kreatif lainnya.

Instagram : @lowres__
Soundcloud : LOWRES

Pemutaran Perdana: Bunyi HUJAN di atas genting







Terinspirasi Cerpen Seno Gumira, Film 'Bunyi Hujan di atas Genting' Bakal Tayang Perdana Sabtu Pekan Depan di Studio Sang Akar, Tebet, Jaksel

Film pendek 'Bunyi Hujan di Atas Genting' garapan sutradara Krisna L. Salya bakal dihelat pemutaran perdananya Sabtu pekan depan, 4 Agustus 2018. Bertempat di Studio Sang Akar, Jln. Tebet Dalam I no. 22, Jakarta Selatan, hajat ini juga bakal dimeriahkan dengan bincang-bincang bersama Krisna, sang sutradara serta Rama Deranau selaku produser dari Langit Merah Pictures. Acara ini gratis dan terbuka untuk diikuti oleh umum.

'Bunyi Hujan di atas Genting' sendiri sebuah karya film pendek beralur non-linear dan berdurasi 20 menit, yang diangkat dari salah satu cerpen karya sastrawan legendaris Seno Gumira Ajidarma dengan judul yang sama. Diproduksi oleh Langit Merah Pictures dan D'ranau Film, "Bunyi Hujan di Atas Genting" membawa kita kembali ke era 80’an dimana Indonesia masih berada di tangan para penguasa otoriter/oligarki.

Cerita nyata dari sejarah kelam di era tersebut yang coba direkam dalam film ini adalah merebaknya pembersihan preman (mafia jalanan) di Jakarta dengan cara penculikan dan penembakan mati tanpa sistem peradilan– atau yang lebih dikenal dengan istilah 'Petrus' (Penembak Misterius). Saat itu bukan hanya preman yang menjadi korban "Petrus", melainkan juga mereka-mereka yang memiliki tattoo di tubuhnya. Sayangnya, para penguasa saat itu beranggapan bahwa semua orang yang bertattoo adalah preman yang harus dibasmi.

Wondergel Jadi Pengisi Utama Soundtrack Film

Selain didukung oleh para aktor/aktris pendatang baru berbakat seperti Athie Algazam, Rezki Fadlun, Decha dan lain-lain, film ini juga mendapuk Wondergel, band pionir indie pop era 90-an asal Jakarta sebagai musisi utama yang mengisi soundtrack keseluruhan film.

Pemilihan band lawas yang beranggotakan perempuan semua ini sebagai soundtrack dianggap pilihan tepat karena memiliki nuansa yang pas mewakili nafas suramnya kenyataan hidup Jakarta bawah tanah yang diangkat oleh film ini. Nomor-nomor seperti gelap, melankolis dan cenderung militan seperti Pesona Indah, Junkie, dan I Miss You diharapkan dapat menjad perkawinan unik antara visual dan lagu di film "Bunyi Hujan di atas Genting" sebagai kunci dari nafas dan nuansa Jakarta era 80 - 90an.

Dari terbitan rubrik Cobra Gitaran yang disindikasi Soundquarium (https://qubicle.id/story/cobra-gitaran-pesona-indah-wondergel) pada tahun pada 2017, Majalah Cobra pernah memuat keterangan Meita Kasim selaku vokalis Wondergel tentang proses penulisan lagu tersebut. Kala itu, lagu Pesona Indah telah dibawakan di berbagai panggung bersama lagu-lagu ciptaan Wondergel sendiri.

"Lagu ini pun langsung naik panggung di ajang musik underground di Poster Café, sebuah live venue di Gatot Subroto, bersama band saya Wondergel. Waktu itu saya pribadi yang pegang vokalnya, banyak yang menyukainya, menyebutnya romantis, ngambang layaknya shoegaze, sendu tapi cool." ungkap Meita.

Ia melanjutkan, "Pada saat rekaman di tahun 1997, Vivi Coster mengambil alih vokal lagu ini, karena terus terang, tingkat kesulitan lagu ini cukup tinggi buat saya."

Tentang Wondergel

Wondergel merupakan salah satu band pionir di skena independen Jakarta yang memainkan musik Britpop dengan oplosan new wave dan punk, terbentuk di era 90-an dan beranggotakan semuanya wanita. Tepatnya pada 1992, Wondergel dibentuk oleh Vivie Coaster (vokal), Meita Kasim (vokal), Nanda (gitar), Lala (bass), Meta Pramana (keyboards) dan Astrid (drums). Pada tahun 1997 mereka merilis 1 album penuh (self-titled) berisi 9 lagu di bawah naungan M Music Production/ Musica dan 4 radio single.

Wondergel tercatat dalam sejarah sebagai band perempuan pertama dari kalangan skena bawah tanah Jakarta yang berkesempatan mendapat kontrak dan merekam karya dan mendistribusikannya lewat jaringan label rekaman Musica. Situs Tirto.id (https://tirto.id/nonaria-dan-band-band-wanita-di-indonesia-cD4c) juga mencatat Wondergel sebagai band perempuan kedua di Indonesia setelah bubarnya Dara Puspita. Kemunculan Wondergel dianggap turut menularkan influence musik britpop, new wave, punk ke Indonesia.

Setelah satu konser reuni di Agustus 2017, beberapa kali merilis ulang single lawas (http://play.ripstore.asia/sambut-comeback-nya-electrofux-wondergel-rilis-ulang-miss-dalam-format-maxi-single/) serta restorasi videoklip 'Cermin' oleh editor Nosa Normanda (http://play.ripstore.asia/jelang-konser-reuni-12-agustus-wondergel-rilis-videoklip-cermin/) di bawah naungan Ripstore.Asia, Wondergel kini aktif di social media @wondergel_reunion (https://www.instagram.com/wondergel_reunion) dan bakal merilis single anyar dalam waktu dekat di bawah arahan tangan dingin Levi The Fly selaku produser.

PRESS RELEASE Album Total Damage: Struggle for existence, Tarung Record dan Grindcore Lokal






PRESS RELEASE
Artist                     : Total Damage
Album                   : Struggle for existence
Rilis                       : Juli 2018
Label                     : Tarung Record dan Grindcore Lokal
21 tahun merupakan perjalanan panjang untuk band Total Damage, Total Damage di tahun 2018 berhasil mengeluarkan album perdananya yang berjudul Struggle for Existence. Struggle for Existencepun mempunyai banyak makna, kutipan ini diambil dari lagu Total Damage yang berjudul “The Origin of Species”
Total Damage adalah band yang mengusung aliran Crust Grind yang berasal dari Selatan Jakarta, yang terbentuk pada tahun 1997. TOTAL DAMAGE diartikan sebagai kerusakan total pada seluruh aspek kehidupan manusia, yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dan berdampak pada makhluk lainnya yang mengakibatkan kehancuran dan pemusnahan masal.
Untuk album ini TOTAL DAMAGE merekam 11 lagu dengan balutan crustpunk dan grindcore yang bertemakan tentang pembantaian masal, peperangan, konspirasi dan ideology dan di rilis dalam format kaset (Tarung Record) dan format CD (Grindcore Lokal). Pada album ini TOTAL DAMAGE berkolaborasi dengan Geboy (THE SABOTAGE, D'JENKS, OUT OF CONTROL), Irfan (ex-vocalist), Asti (AIRD), Ridwan (KECIKITTY) dan Derry.
  
Track list TOTAL DAMAGE - STRUGGLE FOR EXISTENCE.
1.       A GLAM LIGHT IN ASIA
2.       MARTYRDOM
3.       BANGKAI BERITA
4.       MINDLESS GREED
5.       MODUS OTAK SI TAMAK
6.       THE ORIGIN OF SPECIES
7.       UNITED IDIOT NATION
8.       PANUTAN KOTOR
9.       DEATH OF CANCER
10.   GREY
11.   THE NEW WORLD STRUCTURAL
Line Up
·         Gemma Iryandi (vocal)
·         JulisHead (guitar)
·         DediDobs (bass)
·         RifqiOklay (drums)

Discography
·         1999, Compilation “UNITED ONE” Release on tape by Blank Records.
·         2000, Ep “POLICE RACIST ACTION”. Release on tape by Blank Records.
·         2001, Compilation “THE WAY IT CRUST TO BE” Release on tape by Oposisi Records.
·         2002, 6 Way Split “BREATHLESS WAR” w/ Tersanjung XIII (Jakarta), Disreject (Surabaya), Social Distrust (Jakarta), Extreme Hate (Tangerang), Human Corruption (Surabaya). Release on CD/Tape by Tukangsayurekord.
·         2003, Compilation “FIGHT BACK” w/ Dick Head, Rampageous, RSG, Allnationdeath, Setara, Refusal, etc. Release on CD/Tape by Trendy Crushers Records.
·         2004, Compilation “WHAT’S WRONG WITH MY EARS?” Release on CD/Tape by Teriak Records.
·         2004, Compilation “THIS IS WHERE WE COME FROM” Release on CD/Tape by Kolektif Records.
·         2007, Split “RIOT SOUND FOR TOTAL SATISFACTION” w/ Silly Riot Release on tape by Movement Records.
·         2011, Compilation “GRINDING AFTERMATH” w/ Agoraphobic Nosebleed (Massachusetts/USA), Brutal Truth (NY/USA), Hellcore (Jakarta/Ind), Kill The Client (Texas/USA), Otnamus (Malang/Ind), Rotten Sound (Vaasa/Finland), Social Shit (Buenos Aires/Argentina) and many more. Release on download link by American Aftermath and Grind To Death.
·         2012, Compilation “YANG PENTING BERISIK” w/ Raw Resistance, Busuk, Lorenk Rusuck, Ninja Hatorry, To Die, Playing Dead Man, Maximum Thrash, Jeffrey Dahmer, Tumor Ganas, Sergapan Malam, and More Friends. Release on download link by Noiseblastmedia Production.
·         2012, 4 Way Split “FRIENDS FOREVER WITH AN ASSHOLE GRINDER” w/ Maximum Thrash (Depok), Busuk (Depok), Raw Resistance (Jkt). Release on tape by Movement Record & Maximum Noise record.
·         2012, Split “GLOBAL CONSPIRATION, MINDSET DESTRUCTION, TERROR ACTION” w/ Famine Sector (France). Release on download link by Leudrax-selber soundz infection (France).
·         2012, Split “DEATH TO MANIPULATOR” w/ Disboikot (Malaysia). Release on download link by Tomat Records.
·         2013, Split “BLOOD THIRSTY FUCKERS” w/ Human Trade (USA). Release on download link by TornFlesh Records (USA).

CONTACT
Nano 081298891869
instagram @totaldamagegrind








Press Release Roadblock - Liberty [Single] 2018





Salam, 

Bersama surat elektronik ini kami kirimkan press release dari single terbaru dari roster terbaru kami, Roadblock yang berjudul “Liberty”, sebagai bahan pengabaran berita untuk media teman-teman sekalian.

Dengan senang hati akan sangat kami hargai apabila teman-teman sekalian bisa membantu mempublikasikan berita ini melalui medianya masing-masing.

Terima kasih banyak atas perhatian serta waktunya.


Salam hangat.

Youth Generator Records.

----------------------------------------------------------

Liberty menjadi single kedua yang dirilis oleh Roadblock
 setelah sebelumnya mereka telah merilis Give Up tahun lalu. Liberty dan Give Up ini akan menjadi bagian dari debut mini album mereka yang berjudul Nekropolis dengan total 6 lagu di dalamnya. Mini album Nekropolis dari Roadblock direncanakan rilis di bulan Agustus tahun ini dan akan dirilis melalui Youth Generator Records, menjadikan Roadblock roster ketiga kami setelah Fourtysixth Block
 dan SUMAR.



Dengar dan unduh lagu terbaru dari Roadblock yang berjudul "Liberty" melalui tautan di bawah ini:



=================================

Roadblock:

Sandi Pratama – Gitar/Vokal
Supriyadi – Bass/Backing Vokal
Bagas Putra – Drum


Libery oleh Roadblock
Lirik ditulis oleh Roadblock
Drum dan bass direkam di Baliga Studio bersama Aby
Gitar direkam di Blacksheep Studio bersama Panji Mustaqiem
Vokal dan backing vokal direkam di Groovies Studio bersama Erastus Kesuma
Dimixing dan dimastering oleh Erastus Kesuma di Groovies Studio

Artwork dikerjakan oleh Curse of Face

==================================

Simak single "Give Up" dari Roadblock melalui tautan di bawah ini:



==================================

Follow Roadblock on social media:






Contact Person  : 0821-9804-8274

===================================

Follow Youth Generator on social media: 





Press Rilis Video Klip Terbaru Ultraviolence "Into A Bolder"





Dear rekan media, 
‘Into A Bolder’ merupakan episode terbaru dari perjalanan grup musik Ultraviolence. Dimana langkah menuju fase pendewasaan dan mencari jati diri belumlah klimaks hingga saat ini.  Namun, menjadi istimewa karena kemunculan materi ini di-plot sebagai debut music video pertama yang dirilis setelah kurang lebih satu tahun berdiri. Memadukan ciri khas musik post-punk yang bernuansa ambient, kesan dingin dan hampa selalu menjadi fokus perhatian utama. Ultraviolence tetap dikemas dalam formasi minimalis dengan beranggotakan Torkis Waladan sebagai gitar dan Maulana Akbar sebagai vokal merangkap bass.
Materi ini mengangkat kisah romantis bagaimana perjuangan seseorang melawan kondisi dirinya yang terisolasi dengan ketakutan dan keraguan. Sebagai makhluk yang mulia, manusia tidaklah pernah lepas dari dua elemen emosi tersebut. Ketakutan dan keraguan adalah sosok antagonis yang dianalogikan sebagai wabah yang secara musiman akan mencari dan menyerang subjeknya. Suatu hal yang fatal ketika keduanya semakin bias dan menjadi penyebab keterpurukan dalam diri seseorang. Berdasarkan frase tersebut, maka tidaklah ada solusi ideal selain melawan dan menenggelamkannya melalui metafora pemberontakan.
Semua pengalaman historis yang terangkum dalam materi ini bermaksud memotivasi tiap individu agar tetap bersikap optimis. Kehidupan akan terus mengalir. Siklusnya berotasi terhadap siapapun yang lemah. Alur yang positif harus tetap tertata demi keseimbangan yang akan terjadi sebagai imbasnya di kemudian hari. 

MV "Into A Bolder" bisa disimak melalui channel Ultraviolence mulai 30 July 2018:


Demikian atas perhatian dan kerjasama dari media dan pihak terkait, kami ucapkan terima kasih.