Let’s celebrate “Band T-Shirt day 2017” all together! . 16-17th, December 2017 At Kuningan City | Level 5 & 6 Open from 11am - 23pm






Let’s celebrate “Band T-Shirt day 2017” all together!
.
16-17th, December 2017
At Kuningan City | Level 5 & 6
Open from 11am - 23pm
.
Entry Charge: IDR 10K | For All Ages
.
With lots of content that you’ll not regret to attend
.
More than 20 band/music Performances
.
• Band T-Shirt Market Place
• Band T-Shirt and Artwork Exhibition
• Denim Battle Vest Exhibition
• Band Shoes Exhibition
• T-Shirt Printing Workshops
• Band T-Shirt Talkshow
• Food & Beverages
MC: Sukma Heathead X Dewikaah
.
Supported by:
Go A Head People
Warriors Jakarta
Bergerak Records
Fightback Store
Jakarta Seri Grafia
Taring Babi
Patholic
Digital Printing Service
Talented Ilustrators
.
Media Partners:
Mave Magazine
Ruru Radio
Kalendar Event
Tengok Berita.com
Substereo Oz Fm
Info Pensi
Ripstore Asia
Provoke
Undergroundsync.com
.
Wear your most favorite Band T’s and be lucky
.
Presented to you by
Dynamite Live X Kuningan City


Terima kasih banyak 

Band T-Shirt Day 2017, 16 -17 des 2017, kuningan city


Info BTSD 2017
Organiser : 
Dynamite Live X Kuningan City

16-17 Desember 2017
Kuningan City - Level 5 & 6
Ticket Entry: IDR 10.000
.
Band Tshirt Bazaar lebih dari 20 tennants (store, online, collectors)
.
F&B corner 
.
22 Band yang akan perform
Seringai
Fisika Matematika
The End
Modern Guns
Dll
.
Artwork Exhibition
Battle Vest Exhibition
Band shoes exhibition
Tshirt exhibition
.
Sablon workshop
.
Band T-Shirt Talkshow
.
Live drawing performance
.
Target audience 2000 orang untuk 2 hari
.
Akun instagram @bandtshirtday_id
   Media Partner 
   - Oz Radio
   - Mave Magazine
   - undergroundsync.com
   - Info Pensi
   - Ruru Radio
   - Ripstore Asia
   - Kalendar Event
   - Provoke!

15 years of GRINDING from a Band called NOXA ... yeaaaaaaaaaaaaaaaah

15 years anniversaries a Grinding band called NOXA .... yeaaaaaaaaaaaaaaaah


NOXA FEST
15th Years of Grindcore
Bulungan Outdoor
3rd December 2017
Jakarta, Indonesia
Deadsquad
Wormrot
Panic Disorder
Extreme Decay
Hellcrust
Dad Vertical
Dirty Edge
Carnivored
Asilent
Senjakala
and more bands to be announced


we are; all distortion brotherhood JAKARTACORE Minggu, 12 November 2017 Bulungan Arena



we are; all distortion brotherhood
JAKARTACORE
Minggu, 12 November 2017
Bulungan Arena
Start 13.00 - 22.00 Wib

Line Up :
- DEADSQUAD
- THRASHLINE
- NOXA
- TRAUMA
- GRAUSIG
- DIRTY EDGE
- STRAIGHTOUT
- FUNERAL INCEPTION
- KELELAWAR MALAM
- F.O.D
- DISTRUGGERE
- AMBIENCE OF OPERA
MC.GIMBALCORE & MR. GELE

@rangrangCORE
Supported :
- SUPER SOCIETY
- IRS RADIO
- ROCK RADIO LIVE.CO
- MUSICLISTFORUM
- DAPURLETTER
- VENOM STUDIO
- CILANDAK FAMILIA
- J5UG
- PATBLAS MERCH
- KLINIK BUCEK
- XTREME MERCH 

Please share and thanks

BERGERAK RECORDS X GOAHEADPEOPLE X SOULTROUBLE, 28 oct 2017



BERGERAK RECORDS X GOAHEADPEOPLE X SOULTROUBLE
.
PRESENT
.
SOUNDSATIONS X CIPINANG BERGERAK
.
10 TAHUN REUNI FORMASI AWAL OVERCAST
.
M.B.A. REUNION
.
TENHOLES
13TH ANNIVERSARY
.
HIGHMOON
7th ANNIVERSARY
.
THE SABOTAGE
.
HEADMAN
.
DIGHOLE
.
Free Entry| 18+ | Bring your ID
Open gate at 5 PM
#nantijugalobergerak
.
Di dukung oleh:
GoAheadpeople.id
.
Partners:
The Condet Club 
Masgimin 
Rawk Cloth 
Wondersoul 
Tukang Kaos 13 
Gingham Box 
Skipbor 
Pepesan Kosong 12 
Hersham Original 
Soultrouble Store 
Greg Mike & Kim 
Nocaptain 
choices made 
handclap 
soultrouble jkt
eastwar pit + burger
​l​eaf 
​trouble balls
local heroes​
.
Media Partners:
info pensi 
​kalender event 
ripstore 
undergroundsync.com 
ruru radio
mave magazine
.
#soundsationsXcipinangbergerak
#goaheadpeopletimur
#nantijugalopaham
#bergerakrecords
#soultroublecrew

Stand with cinde




PRESS RELEASE

Musik adalah bahasa yang universal, memiliki kekuatan yang bisa menembus kalbu pendengarnya. Dan, sebagai medium ianya juga bisa merekam ilham dan aspirasi dari penulisnya akan hal yang menggugah mereka secara personal hingga menggubahnya menjadi karya dalam tenun nada dan syair. Menjadikannya bukan hanya sebagai penghibur pelipur lara tapi juga suara akan kegelisahan sosial dalam masyarakat. Menjadikannya sebagai suara dari yang tak terdengarkan, dari Woody Guthrie, Bob Dylan, Billy Bragg hingga Franky Sahilatua dan Iwan Fals.

W.S. Rendra pernah menulis dalam puisinya, “Apalah artinya renda-renda kesenian bila terpisah dari derita lingkungan. Apalah artinya berfikir bila terpisah dari masalah kehidupan” yang menjadi penguat juga pemantik kesadaran akan kenyataan akan adanya sebuah proyek pembangunan raksasa yang akan mengubah Pasar Cinde sebuah cagar budaya dan sentra ekonomi kerakyatan di Palembang menjadi sebuah mall megah dengan kondominium dan hotel. Sebuah usaha penghilangan sejarah pasca kemerdekaan Indonesia di Palembang dan keberadaan Pasar Cinde dari nadi kehidupan organik masyarakat Palembang bukan hanya ekonomi tapi juga kultural. Kenyataan yang membangkitkan denyut  protes dari mulai para akademi, kalangan profesional, pemuka adat, pedagang hingga lintas komunitas paramuda termasuk mereka yang berkecimpung di ranah musik di Palembang. Beragam usaha penyelamatan dan sosialisasi masif dilakukan dengan kampanye Save Pasar Cinde dengan jalan petisi, audiensi, dikusi publik, program seni budaya, advokasi, aksi protes hingga okupasi; dan yang pasti juga memantik beberapa rekan musisi untuk menyuarakan kepedulian dan kegelisahan mereka dengan karyanya; hingga melahirkan gagasan untuk mempublikasikan karya mereka untuk memperluas spektrum kemungkinan dari gerakan Save Pasar Cinde.

Gagasan itu kemudian diwujudkan menjadi bunga rampai musikal yang diberi tajuk Stand With Cinde: Save Pasar Cinde  itu pun kemudian dikerjakan secara kolektif, swadaya dan partisipatif oleh Sonic Soulmate Works., Rimauman Music, Spektakel Klab, AD Studio dan Blacksheep Studio juga musisi dan grup musik yang terlibat di dalamnya. Ada empat musisi/kelompok musik yang terlibat dengan empat lagu yang didedikasikan untuk Pasar Cinde dan gerakan Save Pasar CindeSEMBILUdengan lagu “Balada Pasar Cinde” yang menghembuskan nyawa musik ala Woody Guthrie dan masa awal Iwan Fals. Personil grup musik HUTAN TROPIS yang kerap menyuarakan isu lingkungan hidup dalam karyanya, JIMMY DELVIAN muncul solo dengan lagu “Pasar Ini Telah Musnah”. Sebagai catatan Jimmy Delvian juga sempat terlibat sebagai musisi pendukung di grup folk Melayu, SEMAKBELUKAR, yang telah membubarkan diri. Selanjutnya adalah kuartet folk, DIROAD dengan lagunya “Pilumu Cinde” yang dengan ajaib melebur nuansa musik Batanghari Sembilan dengan folk kontemporer dengan lirik yang ditulis dalam bahasa Besemah dan bahasa Indonesia. Dan, terakhir yang luar biasa juga adalah solidaritas sahabat dari Malang dengan keterlibatan IKSAN SKUTER yang mendukung gerakan Save Pasar Cinde dengan tanpa diminta mengirimkan lagunya “Kami Butuh Lahan” yang ditulis dan direkamnya dengan gerak cepat.

Musik mungkin bukanlah agen perubahan atau senjata perlawanan yang mumpuni tapi satu harapan besarnya adalah Ianya akan memantik kesadaran personal dan memperluas kemungkinan akan usaha penyelamatan Pasar Cinde sebagai cagar budaya dan sentra ekonomi kerakyatan masyarakat Palembang.

Pasar untuk rakyat bukan birokrat atau koglomerat!

===

Bunga rampai musik Stand With Cinde: Save Pasar Cinde bisa didengarkan dan diunduh secara gratis di: https://soundcloud.com/rimaumanmusic/sets/save-pasar-cinde



Dukung gerakan SAVE PASAR CINDE dengan menandatangani petisi: http://bit.ly/SavePasarCinde



===


Artist: Various Artists
Album Title: Stand With Cinde: Save Pasar Cinde
Format: Digital
Label: Rimauman Music
Catalogue: RIMAUMAN-016/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Oktober 2017
Genre: Folk

Mastering oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.)
Ilustrasi oleh Ade Kartika Effendi
Tata letak cover art oleh Taxlan

Tracklisting:

1.    SEMBILU “Balada Pasar Cinde”
Musik dan lirik oleh Noviarie Pratamarsyah (gitar/vokal) dan Budi Misrani (gitar/vokal)
Musisi Pendukung oleh Febby Bayu Samudra (akordeon)
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) di Blacksheep Studio

2.    JIMMY DELVIAN “Pasar Ini Telah Musnah”
Musik dan lirik oleh Jimmy Delvian
Musisi pendukung oleh Herwin Meidison (gitar), Ilal Syahilal (bass)
Direkam, Mixing & Mastering oleh Jimmy Delvian di AD Studio

3.    DIROAD “Pilumu Cinde”
Musik oleh Riyan Koeswara (gitar/vokal), Hendy Hidayat (cello), Indah Rizky Heryana (vokal) dan Hafiz Riswandi (vokal)
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) di Blacksheep Studio

4.    IKSAN SKUTER “Kami Butuh Lahan”
Musik dan lirik oleh Iksan Skuter

Direkam oleh Iksan Skuter