Showing posts with label undergroundsync. Show all posts
Showing posts with label undergroundsync. Show all posts

Guns N’ Roses Umumkan Konser di Jakarta, 8 November 2018 #repost from qubicle

source news: https://qubicle.id/story/guns-n-roses-umumkan-konser-di-jakarta-8-november-2018?utm_source=Digital%20Media&utm_medium=Channel&utm_campaign=CRM237_21052018_Musiclife_GunsNRosesKonserReuni2018&utm_content=Newsletter

Guns N’ Roses Umumkan Konser di Jakarta, 8 November 2018

Hari ini Sabtu, 19 Mei 2018 Guns N’ Roses lewat berbagai akun social media mereka mengumumkan jadwal lanjutan dari Not In This Lifetime Tour 2018. Kabar baiknya adalah Guns N’ Roses mengumumkan, Jakarta, Indonesia sebagai salah satu tujuan dari konser reuni mereka di kawasan Asia.
Selain di Jakarta, Guns N’Roses yang baru saja merilis edisi khusus album Appetite for Destruction dan merilis lagu belum pernah mereka rilis dari tahun 1986 "Shadow of Your Love" ini juga akan menggelar konser di Manila (11 November), Kuala Lumpur (14 November), Taipei (17 November), Hong Kong (20-21 November) serta Abu Dhabi (25 November).
Guns N’Roses terakhir datang ke Jakarta pada 16 Desember 2012. Namun waktu itu hanya Axl Rose dari formasi awal Guns N'Roses yang ikut konser di Jakarta. Formasi reuni Guns N'Roses dengan vokalis Axl Rose, gitaris Slash dan pemain bass Duff McKagan akan menjadi konser yang layak kita nantikan. Konser reuni Guns N'Roses di tahun 2017 tercatat sebagai konser terlaris kedua setelah U2. 
Belum ada informasi lanjutan siapa promotor dan dalam acara apa Guns N’Roses akan konser di Jakarta. Tampil di sebuah festival atau konser sendiri.

MATAJIWA ALAM RACIKAN Press Release





Siaran Pers: untuk disiarkan segera

“Matajiwa pesta rilis album Alam Racikan”                       

Tepat pada tanggal 18 Agustus 2017 Matajiwa telah merilis single Racikan Alam Raya dan sekitar bulan Maret 2018 Matajiwa mempersembahkan album kedua mereka  yang bertajuk “Alam Racikan”.

Namun rasanya kurang lengkap apabila album “Alam Racikan” tersebut tidak ada pesta rilisnya. Matajiwa kembali hadir pada tanggal 26 May 2018 ini untuk menyelenggarakan pesta rilis album “Alam Racikan” bertempat di Pulau Bali dimana mereka berdomisili sekarang. Matajiwa bekerjasama dengan venue The Orchard Bar – Seminyak, Bali untuk menggelar pesta rilis album “Alam Racikan”.

Pada album ini matajiwa memberikan nuansa yang berbeda dari album sebelumnya “1” dan kabarnya mereka akan membawakan salah satu track yang jarang sekali dibawa on stage dari album pertama sebagai bonus di perhelatan pesta rilis album “Alam Racikan” ini.

Pada album “Alam Racikan” sentuhan music Rock yang lebih kental mendominasi nuansa album tersebut, album Alam Racikan berisikan 8 track termasuk single Racikan Alam Raya terdapat dalam album ini.

Pada materi album “Alam racikan” matajiwa harus keluar dari zona nyaman mereka. Di Album ini semua aransemen di isi hanya oleh matajiwa sendiri. Dari berbagai alat musik seperti rebana, penting, piano, semua instrument tersebut dimainkan oleh Anda Perdana dan Reza Achman dalam proses rekaman album tersebut.

Proses rekaman album “Alam Racikan” ini di rekam secara live di studio SAE Jakarta, dan telah dirilis dalam bentuk fisik Cakram, kabarnya matajiwa juga akan merilis dalam bentuk fisik pita kaset dalam waktu dekat dan juga akan dirilis secara digital.

-- 
Ririe Dread
Personal Manager
(phone / whatsApp): +62 816 772384

Experience / Experiment / Expression




PRESS RELEASE HOLD band




PERS RELEASE NEW SINGLE HOLD
“INTOLERANCE”

Kurang kebih dua tahun setelah merilis debut album penuh yang bertajuk “All Of This Pain” di tahun 2016, kini Hold kembali menulis dan merekam materi baru dengan formasi teranyar mereka. Kekosongan pada posisi vokal / frontman yang telah ditinggalkan Dede Yoga pada pertengahan tahun 2017 telah diambil alih sepenuhnya oleh Ipung  (Ex- Climaxeth) di awal tahun 2018 ini.
Menggabungkan pengaruh – pengaruh utama seperti 100 Demons, First Blood, Wolf Down, Terror, Unregenerate Blood, dan turunannya. Pengisian vokal yang lebih gelap dan dilebur sound yang lebih berat membuat materi single ini akan sedikit berbeda dari lagu – lagu sebelumnya. Direkam di Inferno studio (Surabaya) dan bekerja sama dengan Griffin studio (Malang) untuk proses mixing dan mastering.
Single yang bertajuk “Intolerance” ini merupakan suatu protes sosial terhadap kedamaian saling menghargai satu sama lain serta umpatan dari kemirisan dan kemarahan tentang kata – kata provokasi untuk saling menghakimi. Single ini, akan dirilis lepas dan tidak akan hadir di album terbaru mereka. Silahkan cek link kanal youtube dari Hold di bawah ini untuk bisa menikmati single ini.

https://www.youtube.com/watch?v=x12Tfp4pXBg

SINAYA MAZE OF MADNESS



SINAYA - MAZE OF MADNESS

 
BRUT89602 CD
UPC # 731007296171

BRUT89602 LP
UPC # 731007296201

Pre-Order
June 26th, 2018
iTunes & Amazon




Sinaya is a Death Metal band founded in 2010 by Mylena Monaco in São Paulo, Brazil.


 Death Metallers SINAYA from Sao Paulo, Brazil announce their new album, Maze of Madness , for August 10th, release through BRUTAL RECORDS.

 Brazilian all-female death metal goddess SINAYA with a certain touch of darkness that contributes a forcefulness to the music that will delight all fans of the style.
  
 For their debut full album Maze of Madness, the quartet joined forces with producer Marcello Pompeu Mixed and mastered by Heros Trench and recorded at Mr. Som Studio, during their trajectory, already played with "Exodus, Master, Vader, Luca Turilli's Rhapsody, Primal Fear, Sadistic Intent, Hatchet,etc…
 
In 2013 was recorded the 1st EP named as "Obscure Raids" with 4 songs, which was well acclaimed all over the country, telling about the compositions and well-played songs.
 
In 2015, with a new line-up, started to work with Marcelo Pompeu (Korzus) for the upcoming album, and released its first single/video "Buried by Terror", which reached more places in Brazil, and other countries, showing their musical evolution.
 
In 2016, Sinaya was the support band for Exodus at Carioca Club, they played at the new heavy metal sensation festival "Rock na Praça" in São Paulo and were invited to play at the biggest festival in Peru, Lima Metal Fest, which was part of their first south American tour, going through Argentina, Bolívia and Peru.
 
1. Life Against Fate
2. Abyss to Death
3. Always Pain
4. Bath of Memories
5. Crowd in Panic
6. Infernal Sight
7. Deep in the Grave
8. Buried by Terror



Contacts:

 Official Website: http://sinayaofficial.com/
 Facebook's Page: facebook.com/sinayaofficial
 Instagram: @sinayaofficial
 Contact: sinayaband@gmail.com

 
 
Mylena Monaco - Guitar -vocals
Renata Petrelli - Lead guitar
Cynthia Tsai - Drums
Bruna Melo - Bass

http://brutalrecords.us/
https://soundcloud.com/brutalrecords
https://brutalrecords.bandcamp.com/

15 years of GRINDING from a Band called NOXA ... yeaaaaaaaaaaaaaaaah

15 years anniversaries a Grinding band called NOXA .... yeaaaaaaaaaaaaaaaah


NOXA FEST
15th Years of Grindcore
Bulungan Outdoor
3rd December 2017
Jakarta, Indonesia
Deadsquad
Wormrot
Panic Disorder
Extreme Decay
Hellcrust
Dad Vertical
Dirty Edge
Carnivored
Asilent
Senjakala
and more bands to be announced


BERGERAK RECORDS X GOAHEADPEOPLE X SOULTROUBLE, 28 oct 2017



BERGERAK RECORDS X GOAHEADPEOPLE X SOULTROUBLE
.
PRESENT
.
SOUNDSATIONS X CIPINANG BERGERAK
.
10 TAHUN REUNI FORMASI AWAL OVERCAST
.
M.B.A. REUNION
.
TENHOLES
13TH ANNIVERSARY
.
HIGHMOON
7th ANNIVERSARY
.
THE SABOTAGE
.
HEADMAN
.
DIGHOLE
.
Free Entry| 18+ | Bring your ID
Open gate at 5 PM
#nantijugalobergerak
.
Di dukung oleh:
GoAheadpeople.id
.
Partners:
The Condet Club 
Masgimin 
Rawk Cloth 
Wondersoul 
Tukang Kaos 13 
Gingham Box 
Skipbor 
Pepesan Kosong 12 
Hersham Original 
Soultrouble Store 
Greg Mike & Kim 
Nocaptain 
choices made 
handclap 
soultrouble jkt
eastwar pit + burger
​l​eaf 
​trouble balls
local heroes​
.
Media Partners:
info pensi 
​kalender event 
ripstore 
undergroundsync.com 
ruru radio
mave magazine
.
#soundsationsXcipinangbergerak
#goaheadpeopletimur
#nantijugalopaham
#bergerakrecords
#soultroublecrew

Stand with cinde




PRESS RELEASE

Musik adalah bahasa yang universal, memiliki kekuatan yang bisa menembus kalbu pendengarnya. Dan, sebagai medium ianya juga bisa merekam ilham dan aspirasi dari penulisnya akan hal yang menggugah mereka secara personal hingga menggubahnya menjadi karya dalam tenun nada dan syair. Menjadikannya bukan hanya sebagai penghibur pelipur lara tapi juga suara akan kegelisahan sosial dalam masyarakat. Menjadikannya sebagai suara dari yang tak terdengarkan, dari Woody Guthrie, Bob Dylan, Billy Bragg hingga Franky Sahilatua dan Iwan Fals.

W.S. Rendra pernah menulis dalam puisinya, “Apalah artinya renda-renda kesenian bila terpisah dari derita lingkungan. Apalah artinya berfikir bila terpisah dari masalah kehidupan” yang menjadi penguat juga pemantik kesadaran akan kenyataan akan adanya sebuah proyek pembangunan raksasa yang akan mengubah Pasar Cinde sebuah cagar budaya dan sentra ekonomi kerakyatan di Palembang menjadi sebuah mall megah dengan kondominium dan hotel. Sebuah usaha penghilangan sejarah pasca kemerdekaan Indonesia di Palembang dan keberadaan Pasar Cinde dari nadi kehidupan organik masyarakat Palembang bukan hanya ekonomi tapi juga kultural. Kenyataan yang membangkitkan denyut  protes dari mulai para akademi, kalangan profesional, pemuka adat, pedagang hingga lintas komunitas paramuda termasuk mereka yang berkecimpung di ranah musik di Palembang. Beragam usaha penyelamatan dan sosialisasi masif dilakukan dengan kampanye Save Pasar Cinde dengan jalan petisi, audiensi, dikusi publik, program seni budaya, advokasi, aksi protes hingga okupasi; dan yang pasti juga memantik beberapa rekan musisi untuk menyuarakan kepedulian dan kegelisahan mereka dengan karyanya; hingga melahirkan gagasan untuk mempublikasikan karya mereka untuk memperluas spektrum kemungkinan dari gerakan Save Pasar Cinde.

Gagasan itu kemudian diwujudkan menjadi bunga rampai musikal yang diberi tajuk Stand With Cinde: Save Pasar Cinde  itu pun kemudian dikerjakan secara kolektif, swadaya dan partisipatif oleh Sonic Soulmate Works., Rimauman Music, Spektakel Klab, AD Studio dan Blacksheep Studio juga musisi dan grup musik yang terlibat di dalamnya. Ada empat musisi/kelompok musik yang terlibat dengan empat lagu yang didedikasikan untuk Pasar Cinde dan gerakan Save Pasar CindeSEMBILUdengan lagu “Balada Pasar Cinde” yang menghembuskan nyawa musik ala Woody Guthrie dan masa awal Iwan Fals. Personil grup musik HUTAN TROPIS yang kerap menyuarakan isu lingkungan hidup dalam karyanya, JIMMY DELVIAN muncul solo dengan lagu “Pasar Ini Telah Musnah”. Sebagai catatan Jimmy Delvian juga sempat terlibat sebagai musisi pendukung di grup folk Melayu, SEMAKBELUKAR, yang telah membubarkan diri. Selanjutnya adalah kuartet folk, DIROAD dengan lagunya “Pilumu Cinde” yang dengan ajaib melebur nuansa musik Batanghari Sembilan dengan folk kontemporer dengan lirik yang ditulis dalam bahasa Besemah dan bahasa Indonesia. Dan, terakhir yang luar biasa juga adalah solidaritas sahabat dari Malang dengan keterlibatan IKSAN SKUTER yang mendukung gerakan Save Pasar Cinde dengan tanpa diminta mengirimkan lagunya “Kami Butuh Lahan” yang ditulis dan direkamnya dengan gerak cepat.

Musik mungkin bukanlah agen perubahan atau senjata perlawanan yang mumpuni tapi satu harapan besarnya adalah Ianya akan memantik kesadaran personal dan memperluas kemungkinan akan usaha penyelamatan Pasar Cinde sebagai cagar budaya dan sentra ekonomi kerakyatan masyarakat Palembang.

Pasar untuk rakyat bukan birokrat atau koglomerat!

===

Bunga rampai musik Stand With Cinde: Save Pasar Cinde bisa didengarkan dan diunduh secara gratis di: https://soundcloud.com/rimaumanmusic/sets/save-pasar-cinde



Dukung gerakan SAVE PASAR CINDE dengan menandatangani petisi: http://bit.ly/SavePasarCinde



===


Artist: Various Artists
Album Title: Stand With Cinde: Save Pasar Cinde
Format: Digital
Label: Rimauman Music
Catalogue: RIMAUMAN-016/2017
Country: Indonesia
Release date: 3 Oktober 2017
Genre: Folk

Mastering oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.)
Ilustrasi oleh Ade Kartika Effendi
Tata letak cover art oleh Taxlan

Tracklisting:

1.    SEMBILU “Balada Pasar Cinde”
Musik dan lirik oleh Noviarie Pratamarsyah (gitar/vokal) dan Budi Misrani (gitar/vokal)
Musisi Pendukung oleh Febby Bayu Samudra (akordeon)
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) di Blacksheep Studio

2.    JIMMY DELVIAN “Pasar Ini Telah Musnah”
Musik dan lirik oleh Jimmy Delvian
Musisi pendukung oleh Herwin Meidison (gitar), Ilal Syahilal (bass)
Direkam, Mixing & Mastering oleh Jimmy Delvian di AD Studio

3.    DIROAD “Pilumu Cinde”
Musik oleh Riyan Koeswara (gitar/vokal), Hendy Hidayat (cello), Indah Rizky Heryana (vokal) dan Hafiz Riswandi (vokal)
Produser oleh Farid Amriansyah (Sonic Soulmate Works.)
Direkam oleh Panji Mustaqiem (Sonic Soulmate Works.) di Blacksheep Studio

4.    IKSAN SKUTER “Kami Butuh Lahan”
Musik dan lirik oleh Iksan Skuter

Direkam oleh Iksan Skuter

HOG debut album








FOR IMMEDIATE RELEASE
HEGEMONY OF GOD MELEPAS SINGLE TERBARU BERJUDUL “PRAHARA” UNTUK PERSIAPAN AKAN MERILIS DEBUT ALBUM PENUH SECARA SELF RELEASED
Cianjur, 12 September 2017 – Setelah sekian lama tidak merilis karya karena kesibukan dan juga penggarapan album, kali ini dalam rangka akan merilis album penuh, kami telah melepas single terbaru yang dapat diunduh secara bebas, single yang berjudul “Prahara” dipilih sebagai lagu untuk memperkenalkan materi album penuh perdana yang akan rilis dalam waktu dekat, sebelumnya single “Prahara” kami rilis pertama kali di website cianjurmusikcadas.com.
Lirik pada lagu “Prahara” ditulis oleh vokalis kami, Hood Yudistira yang bercerita “Prahara Adalah badai Badai konflik kreasi oknum anak adam yang sengaja diciptakan untuk menjatuhkan secara cepat atau perlahan. Memberontak untuk Tirani yang terprioritaskan kemudian hirarki duniawi yang menggelapkan mata terus dikejar. Prahara bagi kami adalah salah satu ujian dari Tuhan, kenaikan derajat atau pengampunan dosa itulah karunia dari tuhan ketika polemik berhasil dibungkam tanpa merugikan, itulah Kuasa Tuhan. Serangan dari luar yang bertubi dan konflik dari dalam yang sedikit demi sedikit menggerogoti adalah pertanda bahwa kekuatan batin dipertanyakan dan seberapa hinanya kita dengan Maha pengasihnya Tuhan tetap memberkati. Kami berterimakasih pada prahara yang mengintrospeksi karena dengan masalah kami belajar lebih dewasa dan bijaksana ketika mengeksekusi prahara itu sendiri, dan ketika akal sehat berhasil meredam dan menyelesaikannya dari situlah cara pandang dan pola pikir akan semakin tajam.”
Sampai saat single “Prahara” dirilis, kami sudah menyelesaikan sebelas materi berisi materi  baru dan materi lama yang direkam ulang dengan aransemen baru, satu materi instrument, dan dua materi berkolaborasi dengan vokalis berkarakter asal Cianjur yaitu Andini dari Killed By Bestfriend dan Tinu dari Toiletroom serta satu musisi mengisi part Saxophone bernama Fefey.
Konsep musik yang kami mainkan bisa digambarkan Secara musik “kita coba bikin musik yang memiliki komposisi antara progresif dan harmonisnya seimbang, menyatukan massive breakdown dan melodic sweep di tiap bagan nya serta di drum nya lebih dominan memakai blast beat dan part breakdown nya sedkit agak lebih progresif, Konsep departemen aransmen musik kami yang sekarang lebih memperhatikan harmonisasinya jadi tidak cuman fokus mengejar speed saja, dari konsep musik atau lead gitar nadanya juga sudah berbeda dengan konsep yang dulu, sekarang di setiap lagu kita masukan nada-nada majornya jadi terdengar lebih segar perpaduan bernuansa segar dan nada yang gelap, terus konsep vokal juga hood lebih berani dengan vokal cleanya, tidak hanya scream dan growl saja, dari beberapa lagu kita juga berani mencoba memasukan part gitar akustik dan klasik, dari salah satu lagu yang ada di album kami kebetulan berduet dengan vokalis grunge, jadi kita padukan karakter vokal grunge dengan musik metal kita mencoba untuk beda saja, ada juga di lagu salah satu lagu berduet dengan vokalis perempuan yang berkarakter suara vokal yang lembut di padukan dengan musik metal atau musik keras”
Untuk album perdana kami sendiri diberi judul Prahara sama dengan judul single terbaru yang sudah dirilis serta untuk perilisan abum Prahara kami merilis secara mandiri atau bisa disebut self released. Serta untuk pendistribusian nanti kami hanya mengandalkan kerabat dekat, jejaring pertemanan, toko musik online/offline yang bisa diajak kerja sama maupun sosial media.
Hegemony Of God merupakan band asal Cianjur terbentuk sejak akhir desember 2011 memainkan jenis musik Metalcore yang menurut kami sangat berbeda dengan band sejenis lainya, saat pengerjaan proses album Prahara ini, kami  diperkuat oleh Hood Yudistira ( Vokal ), Lucky Avrillia ( Gitar ), Rey Prayoga ( Gitar ), Bintang Alvaro ( Bass ), dam Iam ( Drum).

DISCOGRAPHY

·     Tunas Dosa Suci “Single”, Digital V/A ( Into The Tunnel, 2012 )
·     Rekontruksi Neraka ( Single, 2012 )
·     Terajam Takdir Tuhan ( Single, 2013 )
·     Demo 2014, CD ( Self Released, 2014 )
·     Despicable War “Demo 2014”, Digital V/A Metal Meme Indonesia ( M.M.I, 2014 )
·     Evolusi Diri “Demo 2014”, CD V/A Bogor Metal Compilation ( Neraka Jahanam, 2015 )
·     Membuas “Single”, CD V/A Hellprint West Java Invasion 2015 ( Hellprint Records, 2015 )
·     Membuas “Single Demo 2016”, CD V/A Show Your Anger Vol #1 ( Cianjur Musik Cadas, 2017 )


CONTACT & ENQUIRIES

Address          : Perum Pesona Cianjur Indah, Blok F2 no 3. Cianjur. Jawa Barat, Indonesia.
Phone             :
+62 812 1265 9381 & +62 856 8542152
Email                : hegemonyofgod666@gmail.com 

SOCIAL MEDIA

facebook.com/hegemonyofgod
reverbnation.com/hegemonyofgod
soundcloud.com/hegemony-of-god
Twitter : @hog_official
Instagram : @hegemonyofgodofficial