metal.music.underground music. since 2011

ADS HERE

TEROR DARI BELANTARA 2014

MUNICIPAL WASTE LIVE in JKT 2014

JAKARTA CORE 2014

JAKARTA CORE 2014

Pre Show Party METALLICA 2013 with Blackrock and AIFA

Pre Show Party METALLICA 2013 with Blackrock and AIFA

JAKARTA ROCKULTURE 2015

JAKARTA ROCKULTURE 2015

JAKARTA ROCKULTURE 2017

JAKARTA ROCKULTURE 2017

WELCOME to UNDERGROUNDSYNC.COM

Over8think akhirnya mengeluarkan debut mini album perdananya “Arah Langkah” 2020.







Over8think akhirnya mengeluarkan debut mini album perdananya “Arah Langkah” pada 29 Februari 2020. Sebuah hasil dari usaha yang sudah mereka tempuh cukup lama dari beberapa tahun lalu. Rekaman dari album ini pun telah dimulai sejak pertengahan sampai ke akhir tahun 2018. Dan di tahun 2020 ini akhirnya “Arah Langkah” resmi dirilis melalui Youth Generator Records. 
Mini album “Arah Langkah” merupakan kerja keras dari Agung Septian, Atma Falaah Imanu, Wibowo Mohzani, Chris Erison, dan Rully Ramadhon untuk memberi kabar bahwa mereka masih ada. “Harus ada sebuah rilisan yang suatu saat bisa kami kenang. Dan harapannya tidak hanya berhenti di mini album ini saja di tengah kesibukan kami masing-masing.”, menurut Agung. 
“Arah Langkah” berisikan 6 track yang sangat kental dengan nuansa pop punk; “The Girl Next Door”, “Waktu”, “Wake Up”, “Buka Mata, Hati, dan Telinga”, “Why”, dan “Arah Langkah”. 
Mini album ini menjadi rilisan fisik pertama dari Over8think yang dirilis dalam format cakram padat (CD) dan juga dijual dalam bentuk paket bersama kaos dan pin. 
Best regards, 


Share:

INTERNET KILLS LOGIC MV == ROMMIE BOYS ALERT









YouTube: https://youtu.be/Nm0LWf1a-uk

INTERNET KILLS LOGIC MV

Setelah beberapa pekan lalu merilis single Internet Kills Logic di platform musik digital Roomie Boys Alert kembali merilis Internet Kills Logic dalam format video klip pada tanggal 12 Maret 2020.
Pada video klip internet kills logic menceritakan tentang dua orang yang datang dari masa depan untuk mendeklarasikan ke khalayak umum bahwa era baru internet sudah menginvasi peradabaan saat ini. Dua orang dari masa depan tersebut diperankan langsung oleh para personil Roomie Boys Alert ( Angga dan Luthfi ).
Dalam penggarapan musik video Internet Kills Logic oleh Roomie Boys Alert ini di sutradarai langsung oleh Luthfi Satria, kemudian pengerjaan segala proses pengambilan dan penyuntingan gambar dibantu oleh Anthony Caesar dan Rifsal Cancerillo sebagai asisten kameramen yang merupakan bagian dari tim Roomie Boys Alert.

Roomie Boys Alert ( A.K.A Roomieboys atau RBA ) adalah Electro Pop duo terbentuk di Bandar Lampung, Lampung tahun 2018. Terdiri dari Luthfi Satria ( Vocal ) dan Angga Saputra ( Keyboard/Synth ). 

Grup ini dimulai ketika ketertarikan Luthfi terhadap jenis musik New Wave/ Synth Pop/ Dance Pop/ Post Punk yang bernuansa awal 80-an dan 90-an dan ingin membuat sebuah grup musik yang terpangruh oleh New Order, Pet Shop Boys, Depeche Mode, The Cure dsb. Untuk merealisasikan keinginannya, ia mencari anggota lain untuk bergabung dengan grup musik ini. Luthfi mengajak Angga Saputra ( yang mana teman sekelasnya di kampus ) karena ia tahu Angga dapat memainkan berbagai macam instrumen dan tertarik dengan Electronic Dance Music (EDM). Roomie Boys Alert mencoba untuk memadukan setiap unsur dalam musik elektronik dengan Pop, Nuansa Retro dan Punk Attitude.

Share:

“Selalu Ada”, Singel Terbaru Closehead Sebagai “Penyemangat dan Pengingat”







“Selalu Ada”, Singel Terbaru Closehead Sebagai “Penyemangat dan Pengingat”

YouTube: https://youtu.be/rFYOHXwF8yU

Masalah kehidupan! Keluarga, pertemanan maupun hubungan dengan pasangan merupakan hal-hal memuakkan yang kadang memaksa kita untuk berhenti dan enggan bergerak.
Hal tersebut sering kali membawa kita rindu akan sosok yang mampu menguatkan, mendengarkan segala keluh kesah yang kita rasakan, seperti apa yang hendak Closehead coba sampaikan melalui singel terbaru berjudul “Selalu Ada” yang akan dirilis pada 17 Maret 2020 di YouTube Channel closeheadofficial, dan sebagai penanda perjalanan baru bagi Closehead.
Single yang didapuk sebagai karya perdana Closehead pada formasi terbaru saat ini, merupakan hasil buah pemikiran Vicky Stefanus (Bass/ Voc) baik dalam segi lirik maupun aransemen musik, dilengkapi sentuhan distorsi gahar dari Bharata Pratama (Guitar) dan Randy Mandagi (Guitar).
Sepeninggal drummer sebelumnya, kini untuk sementara kekosongan posisi tersebut diisi oleh additional drummer yaitu Obo (Sendal Jepit).
Singel “Selalu Ada” bercerita tentang hal-hal sederhana dalam kehidupan, diharapkan mampu menjadi “penyemangat dan pengingat” bahwa sejatinya hidup harus saling menguatkan, saat ada yang terjatuh dan terpuruk maka jadilah sosok yang mampu kembali membangkitkan.
Pesan yang ingin disampaikan Closehead melalui singel “Selalu Ada” ini, bahwa Closehead akan selalu ada, selalu berkarya, dan menjadi sebuah kebangkitan baru untuk mempersatukan kembali khalayak ramai, serta mensejahterakan kembali divisi musik rock yang sempat tenggelam oleh kopi senja dan lirik-lirik satir.
Closehead adalah band asal Bandung yang berdiri pada tanggal 18 Januari 1997. Pada awal terbentuknya, musik Closehead banyak dipengaruhi oleh band-band mancanegara yang bergenre Melodic Punk seperti Not Available, MXPX, Blink-182 dan lain-lain.
Memasuki 23 tahun perjalanan di belantika musik independen, kini Closehead menjadi lebih segar dan berani bereksperimen dalam segi lirik dan aransemen musik.

Further Information

Official Site:
Facebook : Closehead
Twitter : closeheadCH
Instagram : closehead_CH
YouTube : closeheadofficial

Contact:
Mobile : +6281809445446
Email : closehead@gmail.com
SELALU ADA
Music & Lyric by: Vicky Stefanus


Melangkah tuk bertahan
ditengah kerasnya kumpulan badai cobaan
Tanamkan  harapan
semua rasa yang ada tuk jadikan jawaban

Ingin ku teriaki, berlari dan mencoba tuk pergi
Tapi ku menyadari…ku kan slalu disini.

Reff:

Disaat kau terluka
Nafas kian terengah
Harus ku pastikan, aku berada dan slalu ada 

Disaat kau melemah
Raga kian renta
Harus ku pastikan, aku berada dan slalu ada

Yakinkan semua rasa
Tuk tetap berpegang akan komitmen yg ada
Bertahan trus melangkah
Adalah satu Kunci dari semua jawaban

Ingin ku teriaki, berlari dan mencoba tuk pergi
Tapi ku menyadari…ku kan slalu disini

Share:

Materi Baru ZEROSIX PARK - HARUSKAH AKU MELUPAKANMU






YouTube: https://youtu.be/OswuUBgVQSo
Share:

HellgardeN Making Noise, Living Fast -- Brutal Records

Hellgarden_CD_Cover400.jpg

YouTube: https://youtu.be/yfjBjWWeaOU



HELLGARDEN

HellgardeN deliver a rancid concoction of fast Thrash and High-Octane Metal Madness Injected with twisted solos and and overdose of Vocal Insanity.

HellgardeN  "Making Noise, Living Fast" pushes the limits of taste and brutality with a telluric wave of riffs, topped by stormy rhythmic assaults that, with the inclusion of some more 'melodic' cues, will settle violently on your bearded garments with thrash and groove metal influences.

HellgardeN promises songs with an organic, visceral and striking sound with amazing riffs, ripped vocals and a violent sound of drums and bass, they performed live in Brazil, playing at important festivals, sharing the stage alongside metal legends like Krisiun, Claustrophobia, Project4, and many more...

Ruthless Brazilian Quartet came together in 2013 "Beer and Whiskey-Soaked basement with one common goal in Mind" to create 100% real Thrash Metal Music.


Diego Pascuci - Vocals
Caick Gabriel - Guitar
Matheus Barreiros - Drums
Guilherme Biondo - Bass



 HellgardeN “Making Noise, Living Fast” available April 10th in the following formats: CD Digipak, LP, Cassette, and on all Digital platforms.
   
Free Streaming for your Review by LabelGrid

Pre-order:
February 14th, 2020
Digital

Europe

USA & Canada
Share:

SIARAN PERS KARYA MUSIK Single “MORALISCH”: TRENDKILL COWBOYS REBELLION







SIARAN PERS KARYA MUSIK
Single “MORALISCH”
Oleh : TRENDKILL COWBOYS REBELLION


15 (lima belas) tahun yang lalu album Pantera berjudul “The Great Southern Trendkill” menjadi sebuah acuan bagi band asal Jakarta “Trendkill Cowboys Rebellion” untuk berkarir secara professional dalam industri musik keras tanah air sejak tahun 2005 hingga sekarang. 15 (lima belas) tahun bukanlah waktu yang sebentar namun sangat cepat untuk dilalui. Pasang surut sebagai grup musik selalu mewarnai setiap perjalanan kami sebagai sebuah band yang memainkan musik keras, main sebagai tim hore dari gigs ke gigs, dibayar dengan ucapan “terima kasih” oleh panitia acara, main di acara kolektif jam 3 (tiga) pagi, Dibayar layak namun disuruh main akustik hingga merasakan eforia AMI Awards 2014, bermain lebih jauh dari rumah dan masih banyak hal lainnya  yang tidak akan cukup selesai diceritakan dalam sehari. 

15 (lima belas) tahun juga merupakan proses pendewasaan tersendiri bagi internal band itu sendiri, mangalami banyak fase pembelajaran dalam bermusik, pertemanan dan etika sebagai sebuah band dengan identitas “band Metal”. Kami pernah mengalami masa produktif, hiatus dan kini kembali mencoba selalu produktif lagi. Pernah memiliki personl band yang baik secara “attitude” dan pernah memiliki personil yang banyak omong tapi Nol besar dalam prakteknya, pernah menjalankan formasi 4 (empat) orang juga pernah menjalankan formasi 5 (lima) walau akhirnya kami sadari saat ini dengan beranggotakan 4 (empat) orang sudah lebih dari cukup ketimbang lebih banyak tapi tidak produktif sama sekali. Setelah rilisnya album “Musica Peccatum (4:8)” kami berbenah diri. Bersih – bersih dimulai dari personil band yang mengundurkan diri juga dari personil dengan “bad Attitude”, Penggebuk drum lama kami  (Dechonk) yang menjadi pondasi dari hampir seluruh karya band ini akhirnya kembali bergabung dan membuat semua menjadi terang benderang, hingga akhirnya kami memutuskan untuk membuat sebuah selebrasi sebuah awal baru bagi kami sebagai sebuah band untuk terus konsisten.

Sekelumit perjalan band yang kami ceritakan tadi merupakan ide dari single terbaru kami berjudul “Moralisch”. Moralisch merupakan Bahasa Jerman yang artinya “moral / Attitude”. Kami menggambarkan kami sendiri dalam lagu ini berawal dari kami menelisik semua perjalanan yang kami alami. Bagi kami bermain musik keras memang unik, semua orang melakukan hal yang bisa dibilang sama dalam komunitas namun memiliki batasan masing-masing, setiap orang dalam komunitas musik metal selalu ingin berusaha se eksis mungkin, berusaha berkontribusi untuk saling mensupport walau tidak jarang banyak yang melakukan hal sebaliknya, tapi satu hal mereka tidak pernah berhenti atau tidak pernah mati, selalu beregenerasi dan terus menerus mencintai musik metal sebagai identitas mereka. Kami pun begitu, semua kesulitan kami dalam bermain musik metal yang awalnya sebuah hobi kemudian berubah menjadi sebuah hobi yang serius, kami tidak pernah menyerah dengan keadaan, kami tidak pernah berkompetisi sesame musisi metal lainnya, dan sudah pasti kami memberikan karya-karya terbaik yang kami bisa dengan dan lewat cara kami. Segudang kisah duka menjalani karir bermusik tidak pernah sedikitpun merubah persepsi kami tentang komunitas juga musik metal itu sendiri, itulah sebagian pesan dari single terbaru kami “Moralisch” dimana etika sebagai musisi lebih penting diatas segalanya.

Moralisch” dibuat dengan proses kreatif yang cukup singkat, Ughie (gitaris) kami membuat aransemen dasar dan ditata lagi melalui proses jam session. Saat ini kami sudah bias melakukan home recording mandiri hingga mempermudah proses kreatif. Semua materi direkam di home recording kecuali proses rekaman vocal yang dilakukan di studio konvensional. Mixing dan Mastering dibantu oleh kawan kami Hamzah Kusbianto dari Racik Suara Studio – Tegal Jawa Tengah yang sudah sangat tidak asing karena sering terlibat di banyak rilisan Grimlock Records, Homicide, Eye Feel Six atau Bars Of Death.
Yang membedakan Single “Moralisch” dengankarya sebelumnya adalah kami tidak sedang menjual sebuah materi protes atau lagu perlawanan. Dalam materi ini kami ingin bercerita tentang kami sendiri yang sudah berusia 15 tahun sebagai Trendkill Cowboys Rebellion. Kami ingin kembali produktif, mengeluarkan rilisan demi rilisan, merchandise dan berencana mengeluarkan format Kaset jika tidak berkendala tahun ini. Moralisch juga merupakan materi yang menjembatani ide-ide baru kami setelah 15 tahun menggulirkan materi dengan ekplorasi Metal-hardcore-punk. Kami sedikit bosan, butuh eksperiman lain yang butuh kami kemas berikutnya. Di materi Moralisch kami mencoba mendapatkan sound metal modern seperti Djent walau tidak terlalu kental, beat groove yang lebih ekspresif dan menahan porsi vocal agar tidak terlalu penuh. kami masih memiliki 7 (tujuh) materi sisa yang sedang dikerjakan untuk bekal album penuh ke 5 (lima) dan semoga semua bisa terealisasi di tahun ini. Single Moralisch ini dirilis secara digital melalui music distributor “Ares Musik” yang merupakan asosiasi dari Believe Music Indonesia dan bias dinikmati di hamper semua situs streaming musik.

Sampai siaran pers ini ditulis, COVID19 memaksa semua orang untuk berhenti berakstifitas, semua orang ada dirumah, ini pun sedikit menghambat kinerja kami, semoga kedepan lebih baik dan semua kembali normal. Single ini merupakan pencapaian bagi kami sebagai band yang sudah melewati 15 tahun berkarya, bagi khalayak semoga menjadi referensi dan semangat untuk terus produktif dan selalu positif dalam pergerakan.


MORALISCH (Lyric)

Semua rupa boleh sama dalam komunitas
Beda mental dalam etika identitas
Jalan sama beda batas kapasitas
Tak berhenti, tidak mati, tetap beringas
Tak berhenti, anti mati tetap menggilas
Coba dengarkan kami memantik suara
Menembus batas aksara menjadi merdeka
Rapal semua mantra pamoedya
Mengunci rapat dalam bising gendang telinga
Tak berhenti, anti mati tetap menggilas… tetap beringas
Moralisch… Moralisch bist… Moralisch
Reff :
Tetap bernafas, keras menggilas, menikam deras, buas beringas
Tak berhenti, anti mati tetap menggilas… tetap beringas
Beda sikap, beda lisan yang terucap
Tak tertukar dengan hasil yang terungkap
Untuk mereka yang asal dalam ucap
Sudah jelas kita beda dalam kelas
Reff :
Tetap bernafas, keras menggilas, menikam deras, buas beringas
Zeige Dass du moralisch bist


Jakarta, 4 – 4 – 20
Jabat erat, Trendkill Cowboys Rebellion | 15th Years Rebellion

(Will, Dechonk, Ughi dan Yudha)

Share:

STREAMS

BLACK NIGHT MEDITATIONS - Underground Metal Radio

Listen to BLACK NIGHT MEDITATIONS - Underground Metal Radio with eighty-eight episodes, free! No signup or install needed. 07 Aug 20 Black Night Meditations - Metal FM Radio. 31 Jul 20 Black Night Meditations - Metal FM Radio.

Best Metal of All Time playlist - Listen now on Deezer | Music Streaming

These are the best metal bands for now, tomorrow and the rest of eternity.

Hell Of Feeds

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia.

That's Not Metal

The official podcast of MetalSucks, Petar Spajic, Brandon Hahn and Jozalyn Sharp. One featured interview each week with a prominent metal musician, and discussion of the latest headlines in metal news. New episodes every Monday morning.

Discogs - Music Database and Marketplace

Discover music on Discogs, the largest online music database. Buy and sell music with collectors in the Marketplace.

RockWorld24.com

RockWorld24.com is on Mixcloud. Listen for free to their radio shows, DJ mix sets and Podcasts

SUPPORT YOUR LOCAL SCENES